Ini cerita saya kawan,,,,,,,,,,
semasa saya duduk di bangku SMA, ada keinginan yang saya anggap lucu. saya ingin menjadi orang besar tidak tau mengapa
saya harus berpikir seperti itu, mungkin ini terinspirasi dari orang-orang
besar dinegri ini yang sering saya saksikan ditelevisi yang begitu eleganya
tampil di muka umum, namun saya berpikir apa yang membuat mereka jadi orang yang disegani?????? MEREKA JUGA
MANUSIA BIASA, yang sama-sama diciptakan oleh TYME bedanya dengan saya dan
kalian, pikiran saya berlanjut setelah saya melihat, mendengar riwayat hidup
mereka, yang saya ada saat itu berkesimpulan bahwa menjadi orang besar tidak
didapat dengan muda, tetapi dengan perjuangan panjang….. pikiran saya berlanjut
teman, untuk menjadi orang besar harus melalui perjalan yang panjang, sa;lah
satunya ya, dengan menempuh pendidikan
di perguruan tinggi dengan nama kerenya ya “MAHASISWA” begitu bayanngan ini selalu hadir dalam stiap
perjalanku menuju sekolah. 2009 tepatnya 15 juli pengumuman SMA yang disertai denagn pengumun
bebas tes alias tidak mengikuti SNPTN, dalam masuk diperguruan tinggi ,
akhirnya saya di takdirkan untuk mengapdi di jurusan fekon unhalu, namun lucu
sewaktu saya masuk kuliah di fekon unhalu khususya jurusan pembangunan saya
bertanya-tanya karnah ini jurusan yang belum pernah sy dengar, namun harus kita
jalani hidup ini. Kuliah pun berlanjut sampai pada tahun 2011 saya tidak
sengaja memprogram matakuliah perencanaan pembangunan, saya bertemu dengan
dosen yang saya anggap dosen yang cerdas,
kalau saya bisa katakana dalam tulis ini, semua ini tidak berlebihan
karnah stiap pemberian matakuliah santai tapi membekas, hingga akhirnya
menjawab keraguan saya bahwa jurusan pembangunan itu merupakan jurusan yang
tepat untuk mewujudkan mimpi-mimpi indahku sewaktu dikampung. Keyakinan ku bertambah disaat pesta walikota
kendari periode 2012-2017 dihelat, para tokoh yang manyatakan dirinya maju
sebagai figur calon walikota tersebut teryata setelaha saya selidiki mereka ini
berasal satu kampung saya yaitu desa tua Wakumoro,
sebut saya HASID, MAGRIBI, LA ODE GEO. Keyakinan saya bertambah setelah saya
mengetahui bahwa Bapak Pembangun kalu saya bisa katakana di Sultra L.D Kaimudin pun ternyata berasal dari kampung
tua yang penuh dengan sejarah panjang. pertanyaan besar untuk saya apakah saya bisa menyamai mereka, kalaupun bisa saaya harus melajutkan perjuangan ini,