Mendekati pemilu rasanya rasanya perlu
untuk mengetahui komitmn-komitmen partai dalam membangun ekonomi Indonesia kedepan.
Ini tidak lain karnah pemilu adalah salah satu-satunya proses pergantian
kepemimpinan di negri ini. Dalam pemilu pertarungan arah bangsa ini di tentukan
entah itu yang akan memimpin partai A atu B. bagi masyrakat biasa siapapun
orangnya tidak masalah yang diperlukan adalah komitmen dalam menjalankan
pemerintahan. Bidang ekonomi misalnya harus mendapat perhatian penuh dari semua
kalangan yang bertarung dalam pemilu 9 april 2014. Perhatian partai dalam
membangun ekonomi harus betul menunjukan kemandirian ekonomi kedepan. Catatatan
penting yang perlu di pelajari oleh kita bersama adalah. Refleksi-refleksi
perkembangan ekonomi di tahun 2013 yang lalu, Misalnya dalam catatan Ahmad
Erani Yustika, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis universitas brawijaya ada 6 masalah ekonomi utama yang menyergap bangsa
ini: (i) manajemen pasokan dan stabilitas harga pangan masih jauh dari memadai
sehingga mendorong inflasi dan menggerogoti kesejahteraan rakyat; (ii) sendi
mikroekonomi sangat lemah sehingga kesanggupan untuk berkompetisi di pasar
internasional amat rapuh, yang berakibat kepada defisit neraca perdagangan;
(iii) pertumbuhan ekonomi makin kedap kepada kelompok miskin sehingga
ketimpangan pendapatan kian menganga; (iv) sumber daya dan kebijakan fiskal tak
mampu secara efektif memengaruhi jalannya pembangunan, terutama saat krisis
ekonomi terjadi; (v) perekonomian terlalu terbuka sehingga mudah disergap oleh
krisis yang datang dari luar negeri; dan (vi) watak kebijakan moneter hanya
melayani untuk kepentingan sendiri, tapi berpotensi melumpuhkan ekonomi
nasional. Inilah sekilas permasalahan pembangunan ekonomi bangsa ini yang
menurut saya harus menjadi perhatian serius oleh partai-partai politik.
Seakan untuk menjawab ini semua
partai politik baru-baru ini bekerja sama dengan media untuk menkampayekan
lebih awal pandangan-pandangan partai politik tentang arah penegelolaan ekonomi
bangsa ini. Sebagai penikmat kompas pasti kita sekarang ini sedang menikmati
bacaan tentang platform ekonomi partai yang berlaga dalam pemilu 9 april 2014. 10
partai politik bersaing dalam hal arah ke pemerintahan partai mereka kedepan.
Kita bersukur kepada media kompas yang telah bekerja sama dengan paratai
politik peserta pemilu, dalam hal memberikan informasi tentang plafrom ekonomi
partai politik. Terlepas dari arah
platform ekonomi itu tidak sesuwai dengan permasalahan kebangsaan . Sebagai
masyrakat bisasa saya kita kita harus menyambut baik mengapa demikian ? karena pertama kita bisa
mengetahui platform ekonomi kebangsaan mereka dalam bercita-cita membangun
Indonesia kedepan sebagai landasan kita semua untuk menjatuhkan pilihan politik
pada pemilu 9 april mendatang. Kedua pemilu kita berlangsung dari masa orde
baru diawali dengan rezim yang berkuasa dalam tanda kutif dikdator dan pada
awal reformasi pemilu kita sudang tercemar dengan praktik-praktik politik uang
yang memuat sebagian masyrakat menurunkan minat dalam mengikuti pemilu ke
kepemilu, inilah untungnya dalam mengetahui platform ekonomi partai masyrakat
yang sudah boson dengan kepemimpinan yang sekarang misalnya bisa berganti
pilihan ke partaai yang dianggap itu bisa mewakili cita-cita kebangsaan nya.
Platform Ekonomi Jangan Hanya
Sebatas Jargon
Kemenangan pemilu adalah kemenangan
rakyat Indonesia, maka sudah selayaknya dari partai yang memenagkan pemilu
harus mampu menjabarkan platform ekonomi yang telah di publikasaikan terhadap
masyrakat. Kita berharap kepada semua partai yang telah memiliki platform
ekonomi mampu menjabarkan dalam bentuk-bentuk program kesejahteraa kepada
masyrakat. Platform partai politik janagn lagi dijadikan kampanye belaka untuk
melolokan diri menjadi patai penguasa. Sudah saatnya partai politik mengabdikin
diri di Negara ini, sudah saatnya kepentingan rakyat sipil dijadikan tujuan
akhir atau hilir pembangunan. Partai politik tidak bisa lagi dijadikan alat
untuk menguras kekayaan Negara atau dijadikan alat oleh orang-oarang partai
politik untuk menimbun kekayaan pribadi. Negara ini punya luka yang
sangat-sangat mebekas pada kita semua, bagaimana kekuasan orde baru dari
kepentingan public dibawah untuk kepntingan pribadi, reformasi lebih-lebih banyak
elit yang terlibat dalam kasu-kasun korupsi seakan tidak akan berhenti.
Olehnya itu kita berharap agar
platform ekonomi merupakan komitmen untuk Indonesia. Rakyat mengimgkan yang
terbaik dalam pemilu 9 april 2014 mendatang. Arena itu adalah arena rakyat
untuk menentukan pilihan pada oang-orang yang memilki integritas tingi untuk
membangun Indonesia, rakyat menantikan partai yang bisa berbuat banyak ditengan
permasalahan ekonomi Bangasa Yang Kian Membelenggu Daearah-Daerah Di Indonesia.
