Selasa, 02 Desember 2014

TERIMAKASIH ATAS SEMUA ILMU YANG TELAH KAU-BERIKAN KEPADA ANAK DIDIKMU INI



Dalam acara yudisium di lantai dua jurusan ilmu ekonomi studi pembangunan , ketua jurusan memberikan sambutan yang sangat menyentuh hati calon-calon sarjana muda kala itu.  Dalam sambutanya ketua jurusan mengucapkan terimakasih untuk anak-anaku telah memilih jurusan ilmu ekonomi dan studi pembangunan sebagai konsentrasi keilmuan kalian, bahkan setelah itu beliau juga menitip salam untuk kedua orang tua  kami karena telah mempercayakan universitas halu oleo sebagai kampus untuk mendidik anak-anak mereka.
Sebagai mahasiswa ilmu ekonomi dan studi pembangunan sambutan ketua jurusan dalam acara yudisium kala itu, sudah lebih dari cukup untuk mengungkapkan ketulusan dan keiklasan sebagai wujud dari seorang dosen yang bertangung jawab dalam mempersiapkan benih-benih pemikir ekonomi kedepan bahkan sebagai pemimpin-pemimpin bangsa kedepan. namun takala saya merenungkan kembali langkah demi langkah yang saya lewati saat menjalankan kuliah, apa iya kami tidak pernah melakukan kesalahan kepada dosen-dosen kami yang memilki keiklasan dalam membimbing kami selama ini ? apa betul mereka tidak kecewa sama kami  dengan kelakuan-kelakuan kami saat menjalankan perkuliahan ?. pertanyaan-pertanyaa inilah yang ada dalam lubuk hati saya setelah kira-kira satu bulan yang lalu meningalkan kampus. Untuk itu melalui tulisan saya ini akan mencoba mengingat kembali lagi apa yang  pernah terjadi waktu itu. Dan juga sekaligus menyampaikan ucapan terimakasih banyak yang sebesar-besarnya kepada dosen-dosen saya.

Untuk yang awal ingatan saya pada saat itu ditahun 2009 yang lalu sebagai mahasiswa semester pertama , saya selulu bertanya inikah ruangan kuliah itu ? yang suasanyanya hampir persis sama dengan ruangan proses belajar di sekolah sewaktu SMA. Yang hanya membedakan pada sisi materinya yang baru dan tergolong berat, seperti mikro ekonomi, makro ekonomi, statistik, dasar-dasar ekonomi, perekonomian Indonesia dan inilah menurut kami materinya tergolong sukar dimengerti karena lebih banyak di warnai dengan bumbu-bumbu  kurva-kurva penawaran  dan permintaan  apa lagi ditambah dengan angka-angka statistika. dan ini juga yang kadang kala membuat kami cepat bosan dengan ruangan perkulihan, kecewa sama dosen, tidak mengikuti ruangan kelasnya dengan baik, dan apalagi ditambah dengan pembahasan-pembahasan mata kuliah perekonomian Indonesia, yang sudah barang tentu memaksa memikirkan Indonesia secara keseluruhanya seperti bagaimana pertumbuhan ekonomi tahun ini, inflasi, kemiskinan, pengaguran, ketimpangan, utang luar negeri, kebijakan fiskal dan moneter, ekspor, impor dllnya. didalam hati saya apa peduliku dengan Negara ini, apa untungnya bagi saya pertumbuhan ekonomi tinggi ? apa kaitanya inflasi, kemiskinan, pengguran, ketimpangan, utang luar negeri, kebijakan fiskal dan moneter, ekspor, impor dengan siang dan malam hari saya ??.  inilah pandangan-pandangan sempit dalam perkuliahan , Tetapi anehnya dalam kondisi mengikuti kuliah dengan tidak sungguh-sunguh, kami selalu menuntut nilai yang tinggi di saat dosen mengeluarkan nilai akhir semester.  Ini barangkali dosa pertama kami di bangku perkuliahan??? 

Untuk yang kedua  adalah disaat saya sudah masuk dan terkontaminasi pergaulan dengan lembaga-lembaga kampus baik internal dan eksternal. Disaat itu saya sudah mulai tahu kalau mahasiswa itu adalah agen perubahan, pengontrol, dan stok pemimpin bangsa. Maka tidak heran disini saya selau mempertanyakan hal-hal yang sebagian orang nilai tidak substansi dan kadang kala menyingung dosen-dosen yang memilki jabatan di fakultas. Saya masih ingat ketika saya habis berkader di HMI karena saya mau lihat sebagai kader hmi yang katanya punya keberanian maka saya ditantang untuk melakukan demonstrasi di halaman fakultas ekonomi, waktu seingatku tentang pelayanan perpustakaan dan pungli yang dikenakan kepada mahasiswa dalam berurusan administrasi. Bahkan setelah itu saya dkk makin berani untuk menatngan dosen berdebat soal pengelolaan kampus  semua di sikat, seingatku saya pernah berdebat dengan dekan bahkan rektor sekalipun, saya masih ingat saat pemilihan dekan kami menentang suara rektor dalam pemilihan dekan, pemilihan ketua jurusan yang dekan juga memilki hak veto, bahkan saya pernah  saya berdebat dengan dosen terkait dengan pembongkaran sekret lembaga di fakultas ekonomi dan yang terakhir adalah mempertanyakan dosen penguna narkoba tapi malah dibiarkan mengajar di kampus itu. Saya kira untuk yang ini banyak dosen yang tidak sepemikiran dengan saya dkk, banyak suara sumbang itu menghalangi aktifitas merekalah, dan bahkan juga tidak senang karena perbuatan-perbuatan kami bisa menghalangi nafsu kekuasan, kepentinan disana juga. Ini barangkali dosa yang kedua saya dkk.

Untuk yang ketiga disaat saya terdorong untuk menyelesaikan dan menuntaskan perkuliahan dan tentunya ingin bergelar sarjana ekonomi. Seingatku saat saya mengajukan judul kepada ketua jurusan waktu itu, memiliki ego yang tinggi terkadang memaksakan kehendak, terutama harus judul yang saya ajukan di setujui secepatnya. Untuk ini saya sampai berdebat panjang di ruangan ketua jurusan hanya karena ketua jurusan tidak terlalu paham dengan latar belakang proposal skripsi yang saya ajukan, yang sampai perdebatanya masuk mempertanyakan tugas-tugas utama ketua jurusan dan apa tupoksi sekretaris jurusan. Ini lah saya kira dosa ketiga saya saat mengikuti perkuliahan. Semoga ini dimaklumi ini bagian dari proses untuk menemukan pemimpin-pemimpin tanguh.

Untuk itulah saya kira dosa-dosa yang pernah saya tuliskan fakultas ekonomi meskipun dalam diri saya pribadi ini meruapak proses untuk saya mencoba cara-cara untuk hidup kedepan, dan semoga dimaklumi oleh semua teman-teman dan orang tua-orang tua saya. 

Tetapi lebih dari itu saya secara pribadi, diwaktu tahun 2009 saya tidak peduli dengan keadaan sosial disekitar saya, dengan Negara ini, daerah ini, dengan kemiskinan, penganguran . tetapi berkat arahan-arahan dosen saya di fakultas ekonomi terutama jurusan ilmu ekonomi dan studi pembangunan di UHO saya sadar ini penting. Terimaksih untuk semua ilmu yang kau berikan kepada saya.  dan yakinlah ilmu ini kami akan manfatkan seperti janji alumni universitas halu oleo.

Persyaratan Jadi Ganjalan Peremajaan Sawit Rakyat

Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menjadi salah satu program pemerintah Joko Widodo dalam upaya meningkatkan produktivitas perkebunan kelap...