Dalam acara
yudisium di lantai dua jurusan ilmu ekonomi studi pembangunan , ketua jurusan
memberikan sambutan yang sangat menyentuh hati calon-calon sarjana muda kala
itu. Dalam sambutanya ketua jurusan mengucapkan
terimakasih untuk anak-anaku telah memilih jurusan ilmu ekonomi dan studi
pembangunan sebagai konsentrasi keilmuan kalian, bahkan setelah itu beliau juga
menitip salam untuk kedua orang tua kami
karena telah mempercayakan universitas halu oleo sebagai kampus untuk mendidik
anak-anak mereka.
Sebagai mahasiswa
ilmu ekonomi dan studi pembangunan sambutan ketua jurusan dalam acara yudisium
kala itu, sudah lebih dari cukup untuk mengungkapkan ketulusan dan keiklasan
sebagai wujud dari seorang dosen yang bertangung jawab dalam mempersiapkan benih-benih
pemikir ekonomi kedepan bahkan sebagai pemimpin-pemimpin bangsa kedepan. namun
takala saya merenungkan kembali langkah demi langkah yang saya lewati saat
menjalankan kuliah, apa iya kami tidak pernah melakukan kesalahan kepada
dosen-dosen kami yang memilki keiklasan dalam membimbing kami selama ini ? apa
betul mereka tidak kecewa sama kami
dengan kelakuan-kelakuan kami saat menjalankan perkuliahan ?. pertanyaan-pertanyaa
inilah yang ada dalam lubuk hati saya setelah kira-kira satu bulan yang lalu meningalkan
kampus. Untuk itu melalui tulisan saya ini akan mencoba mengingat kembali lagi
apa yang pernah terjadi waktu itu. Dan juga
sekaligus menyampaikan ucapan terimakasih banyak yang sebesar-besarnya kepada
dosen-dosen saya.
Untuk yang
awal ingatan saya pada saat itu ditahun 2009 yang lalu sebagai mahasiswa
semester pertama , saya selulu bertanya inikah ruangan kuliah itu ? yang
suasanyanya hampir persis sama dengan ruangan proses belajar di sekolah sewaktu
SMA. Yang hanya membedakan pada sisi materinya yang baru dan tergolong berat, seperti
mikro ekonomi, makro ekonomi, statistik, dasar-dasar ekonomi, perekonomian Indonesia
dan inilah menurut kami materinya tergolong sukar dimengerti karena lebih
banyak di warnai dengan bumbu-bumbu kurva-kurva penawaran dan permintaan apa lagi ditambah dengan angka-angka
statistika. dan ini juga yang kadang kala membuat kami cepat bosan dengan
ruangan perkulihan, kecewa sama dosen, tidak mengikuti ruangan kelasnya dengan
baik, dan apalagi ditambah dengan pembahasan-pembahasan mata kuliah
perekonomian Indonesia, yang sudah barang tentu memaksa memikirkan Indonesia secara
keseluruhanya seperti bagaimana pertumbuhan ekonomi tahun ini, inflasi,
kemiskinan, pengaguran, ketimpangan, utang luar negeri, kebijakan fiskal dan
moneter, ekspor, impor dllnya. didalam hati saya apa peduliku dengan Negara ini,
apa untungnya bagi saya pertumbuhan ekonomi tinggi ? apa kaitanya inflasi,
kemiskinan, pengguran, ketimpangan, utang luar negeri, kebijakan fiskal dan
moneter, ekspor, impor dengan siang dan malam hari saya ??. inilah pandangan-pandangan sempit dalam
perkuliahan , Tetapi anehnya dalam kondisi mengikuti kuliah dengan tidak sungguh-sunguh,
kami selalu menuntut nilai yang tinggi di saat dosen mengeluarkan nilai akhir
semester. Ini barangkali dosa pertama
kami di bangku perkuliahan???
Untuk yang
kedua adalah disaat saya sudah masuk dan
terkontaminasi pergaulan dengan lembaga-lembaga kampus baik internal dan
eksternal. Disaat itu saya sudah mulai tahu kalau mahasiswa itu adalah agen
perubahan, pengontrol, dan stok pemimpin bangsa. Maka tidak heran disini saya
selau mempertanyakan hal-hal yang sebagian orang nilai tidak substansi dan
kadang kala menyingung dosen-dosen yang memilki jabatan di fakultas. Saya masih
ingat ketika saya habis berkader di HMI karena saya mau lihat sebagai kader hmi
yang katanya punya keberanian maka saya ditantang untuk melakukan demonstrasi
di halaman fakultas ekonomi, waktu seingatku tentang pelayanan perpustakaan dan
pungli yang dikenakan kepada mahasiswa dalam berurusan administrasi. Bahkan setelah
itu saya dkk makin berani untuk menatngan dosen berdebat soal pengelolaan
kampus semua di sikat, seingatku saya
pernah berdebat dengan dekan bahkan rektor sekalipun, saya masih ingat saat
pemilihan dekan kami menentang suara rektor dalam pemilihan dekan, pemilihan
ketua jurusan yang dekan juga memilki hak veto, bahkan saya pernah saya berdebat dengan dosen terkait dengan
pembongkaran sekret lembaga di fakultas ekonomi dan yang terakhir adalah
mempertanyakan dosen penguna narkoba tapi malah dibiarkan mengajar di kampus
itu. Saya kira untuk yang ini banyak dosen yang tidak sepemikiran dengan saya
dkk, banyak suara sumbang itu menghalangi aktifitas merekalah, dan bahkan juga
tidak senang karena perbuatan-perbuatan kami bisa menghalangi nafsu kekuasan,
kepentinan disana juga. Ini barangkali dosa yang kedua saya dkk.
Untuk yang
ketiga disaat saya terdorong untuk menyelesaikan dan menuntaskan perkuliahan
dan tentunya ingin bergelar sarjana ekonomi. Seingatku saat saya mengajukan
judul kepada ketua jurusan waktu itu, memiliki ego yang tinggi terkadang
memaksakan kehendak, terutama harus judul yang saya ajukan di setujui
secepatnya. Untuk ini saya sampai berdebat panjang di ruangan ketua jurusan
hanya karena ketua jurusan tidak terlalu paham dengan latar belakang proposal
skripsi yang saya ajukan, yang sampai perdebatanya masuk mempertanyakan
tugas-tugas utama ketua jurusan dan apa tupoksi sekretaris jurusan. Ini lah
saya kira dosa ketiga saya saat mengikuti perkuliahan. Semoga ini dimaklumi ini
bagian dari proses untuk menemukan pemimpin-pemimpin tanguh.
Untuk itulah
saya kira dosa-dosa yang pernah saya tuliskan fakultas ekonomi meskipun dalam
diri saya pribadi ini meruapak proses untuk saya mencoba cara-cara untuk hidup
kedepan, dan semoga dimaklumi oleh semua teman-teman dan orang tua-orang tua
saya.
Tetapi lebih
dari itu saya secara pribadi, diwaktu tahun 2009 saya tidak peduli dengan
keadaan sosial disekitar saya, dengan Negara ini, daerah ini, dengan
kemiskinan, penganguran . tetapi berkat arahan-arahan dosen saya di fakultas
ekonomi terutama jurusan ilmu ekonomi dan studi pembangunan di UHO saya sadar
ini penting. Terimaksih untuk semua ilmu yang kau berikan kepada saya. dan yakinlah ilmu ini kami akan manfatkan
seperti janji alumni universitas halu oleo.