Setelah menempuh perdebatan panjang
tentang wacana naik tidaknya bahan bakar minyak (BBM), akhirnya rabu malam
pemerintah secara resmi menaikan BBM
yang secara langsung disampaikan oleh presiden. Dalam kondisi ini pemerintah seakan
mendapatkan dua nafas sekaligus sebagai bekal mengawali kabinet kerja yang dibentuk
JOKOWI-JK. Pertama pemerintah
mendapatkan ruang fiskal yang memadai, hal ini sangat penting mengingat
pemerintah ini memulai langkah menjalankan Negara diatas racikan APBN ala SBY
yang sudah barang tentu mimpi-mimpi pemerintah dulu dengan sekarang sangat
berbeda jauh, oleh nya itu ruang fiskan yang longgar sangat dibutuhkan. kedua
pemerintah dengan ruang fiskal yang longgar tersebut memungkinkan untuk merencanakan
program kerja sebanyak mungkin, demi untuk mewujudkan visi-misi pemerintah ala
JOKOWI-JK, salah satunya dengan konsen pemerintah untuk membangun infrastruktur
yang dibutuhakn untuk menjalankan roda perekonomian nasional, seperti membangun
50 waduk dari saat ini 261 waduk dan memperbaiki sarana irigasi yang mulai
rusak, pembangunan jalan raya dan jembatan, membangun jalur kereta api,
revitalisasi dan membangun bandara,
revitalisasi 24 pelabuhan utama dan pembangunan pelabuhan baru.
Secara umum. Kebijakan pemerintah dalam
menaikan harga BBM dapat diterima, dengan beberapa alasan yang sudah jelas dikemukakan
tadi. dan juga hal ini dapat diterima karena konsen pemerintah JOKOWI-JK
kedepan diantanranya adalah ketahanan energi dan ketahanan pangan. Maka infrastruktur yang disebutkan diatas
adalah syarat mutlak untuk menghadirkan ketahanan pangan dan ketahanan energy
yang sudah menjadi masalah akut untuk Negara.
Isu-Isu Klasik
Infrastruktur Pulau Sulawesi
Secara umum infrastruktur pulau Sulawesi dalam konteks pembangunan
nasional sampai hari ini masih bermasalah diantaranya jalan, kelistrikan,
pelabuhan dan bandara. (1) Jalan untuk Sulawesi sampai hari ini masih memilki
keterbatasan, hal ini dapat dilihat dari kondisi jalan transulawesi yang masih rusak parah dan belum mampu
mengubungkan keenam provinsi yang ada. Untuk Sulawesi juga jalan belum mampu
menjadi pendorong utama disektor pertanian kita, hal ini dapat dilihat dari
keterbatasan jalan dalam menghubungkan pusat-pusat pertanian dipedesaan dengan
pasar-pasar yang ada. Selain itu juga jalan belum mampu membuka pusat-pusat
ekonomi
baru. (2) kelistrikan,
untuk Sulawesi masih memilki banyak tantangan diataranya kapasitas listrik yang
ada belum mampu memenuli kebutuhan yang diminta, baik dari sisi
rumah tangga, industri dan pemerintah sekaligus. Hal ini dapat dilihat dari
banyaknya masyrakat kita yang belum dialiri listrik terutama di desa-desa,
sementara untuk di sektor swasta banyaknya pengusaha-pengusaha yang tidak melirik pulau Sulawesi karena
terkendala dengan energy yang dibutuhkan tidak tersedia. Seperti di Sulawesi tenggara
dalam membangun smelter kendala utamanya adalah listrik yang
tidak tersedia. (3) pelabuhan
untuk kasus pelabuhan pulau Sulawesi memilki tantangan yang sangat berat,
tantangan ini diataranya adalah keterbatasan dermaga pelabuhan-pelabuhan yang
ada, peralatan yang masih minim diataranya crone yang masih terbatas.
Kondisi
inilah yang mendorong terjadinya biayah logistik pulau Sulawesi tinggi, yang
selanjutnya menjadi pupuk baik dalam menumbuhkan inflasi dibeberapa daerah Sulawesi.
Mimpi JOKOWI-JK
dan Mimpi Orang Sulawesi
Mimpi pemerintahan pemerintahan
JOKOWI-JK dalam membagun infrastruktur, membangun pelabuhan, membagun listrik, membangun jalan,
membangun bandara, juga tidak jauh berbeda dengan apa yang diimpikan masyrakat
pulau Sulawesi, mereka memimpikan infrastruktur yang setara dengan
infrastruktur pulau jawa. Mimpi ini pada dasarnya memilki alasan-alasan. Pertama Sulawesi dalam hal pembangunan
sejak Negara ini berdiri selalu ditinggalkan kereta pembangunan tersebut,
sementara disatu sisi tujuan utama pembangunan adalah untuk kesejahteraan
seluruh masyrakat. Olehnya itu maka sudah selayaknya orang Sulawesi punya mimpi
yang sama dengan pemerintahan sekarang. Kedua
potensi sumber daya alam yang melimpah, untuk pulau sualwesi dalam hal
pemenfatan sumber daya belum secara optimal dikelola dengan baik. Hal ini yang
selalu mendasari orang Sulawesi untuk keras bicaranya ditingkatan nasional
sana. Di sektor pertanian
untuk pulau Sulawesi sangat menjanjikan bahkan untuk sektor ini sudah menjadi andalan dalam
mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Tetapi pemanfaatan sektor ini belum masuk pada tahapan
peningkatan nilai tambah, hal ini disebabkan oleh kendalan infrastruktur yang
terbatas. Untuk sektor kalautan,
pulau Sulawesi memili potensi yang sangat menjanjikan, tetapi sektor ini belum dikelola secara optimal
kondisi ini dapat dilihat dari sektor kelautan belum menyumbang banyak dalam hal
pertumbuhan ekonomi. Hal ini disebabkan oleh kondisi infrastruktur pendukung sektor ini belum memadai. (3) pada sisi
pertambangan, sektor ini dalam
beberapa tahun belakang selalu menjadi tumpuan utama pemerintah dalam
mendongrak pertumbuhan ekonominya. Tetapi sejak tahun 2014 semenjak terbitnya
undang-undang minerba baru, sektor ini mendapat
pukulan yang terasa karena undang-undang ini mensyarakat tambang harus dikelola dengan
cara smelter. Sementara untuk mendirikan smelter sekalipun membutuhkan tenaga
listrik yang besar. (4) JK itu orang Sulawesi,
seharusnya arah
rencana pembangunan ekonomi cabinet sekarang juga harus
menguntungkan orang Sulawesi karena jusuf kala itu orang Sulawesi. Dan orang Sulawesi
berharap banyak kepada jk dalam hal mendorong pembangunan sektor infrastruktur di semua wilayah Sulawesi
dan bukan hanya Sulawesi selatan.
JOKOWI-JK dan Komitmen
Membangun Sulawesi
Dalam bebera kesempatan JOKOWI-JK
selalu memaparkan renvcana pembangunan di Indonesia, terutama pembangunanin infrastruktur hal
ini sangat baik dan perlu
disemaganti terus agar kobaran semangat kabinet ini tidak terkesan memilki ending yang tidak
komitmen dengan pidato dan kenyataan. Salah
satunya membangun kawasan timur Indonesia, seperti yang lalu-lalu komitmen pemerintah melalui pidato
sangat apik dan penuh harapan tetapi endingnya yang tidak ada dan kalau ada
hanya terkesan selalu memberikan obat penghilang rasa sakit dan sifatnya
sementara. Obat penenang itu dapat
dilihat dari intruksi presiden nomor 7 tahun 2002 tentang pelaksanaan kebijakan
dan strategis nasional percepatan pembangunan kawasan timur Indonesia. Kemudian
keputusan presiden nomor 44 tahun 2002 tentang dewan pengembangan kawasan timur
Indonesia. Kesemuan peraturan ini hanya menjadi obat penenang orang Sulawesi
karena tidak memilki buah yang baik. Untuk itu kedepan orang Sulawesi tidak
akan terima dengan hal semacam ini alasanya pulau Sulawesi memilki banyak
sumber daya yang banyak.
Ending yang jelas harga yang harus
dibayar oleh pemerintahan JOKOWI-JK kepada orang Sulawesi atas kepercayaa yang
diterima disetiap pidato kenegaraan. Ending itu berupa seberapa serius komitmen JOKOWI-JK dalam memperbaiki jalan dipulau Sulawesi, menambah
kapasitas listrik dipulau Sulawesi, merevitalisasi pelabuhan dipulau Sulawesi. Hal
ini perlu untuk dipastikan agar jangan terkesan kedepan pemerintah hanya akan
menerbitkan peraturan yang sifatnya kabur dalam komitmen membangun pulau Sulawesi.
Untuk itu menarik ditunggu seberapa seriuskah pemerintah JOKOWI-JK membangun
pulau Sulawesi.
