Rasa kagum, bangga,
risau, dan sakit hati, saat membaca salah satu media Koran lokal beberapa waktu
yang lalu, bagaimana tidak di dalam rubrik /halaman kampus tersirat judul bahwa sanya “sinergitas antara stekholder yang
ada dikampus ekonomi unhalu sudah ada”, dalam artian sudah terjalin. Kita sambut
baik pernyataan pers yang dilakukan oleh dekan kita, namun sebagai penulis saya
mengarahkan analisa kita pada dua sisi yang pertama apakah ini sudah
benar-benar ada di fakultas ini, ataukah ini adalah bentuk pernyataan dekan
untuk membangun opini ditengah masyarakat bahwa ekonomi itu baik,, dalam tanda kutip
“ini bentuk pemimpin yang butuh pencitraan”.
Sebagimana mahasiswa
peryataan yang dilakukan dekan kita mendukung bersama-sama bahwa sinergitas itu
sudah ada atau tengah kita dambahkan, selama itu tidak beropini membangun pencitraan semata, karnah sadar atau
tidak sinergitas inilah yang dibutuhkan di dalam tubuh organisasi. Dengan kata
lain sehebat apapun pemimpin kalau tidak mampu menyatukan beberapa stekholder
maka sulit dibayangkan apa jadinya. Sinergitas menurut dekan kita adalah adalah
sudah sinergisnya antara birokrasi denagn lembaga kemahasiswaan, dan tidak
adanya demonstrasi di fakultas kita. Inilah sinergitas fersi dekan kita.
Namun sinergitas
sebenarnya kalau kita mau jujur belum ada difakultas ini, kalaupun ada apakah
yang dimaksud Dekan ini pada saat PD III ekonomi mengembalikan proposal
kegiatan lembaga lembaga HMJ IESP, beberapa waktu yang lalu, apakah sinergitas
ini adalah seperti pernyataan pembantu Dekan Tiga kita”bahwa saya mendukung secara
moril apapun kegiatan mahasiswa, namun hanya pada sebatas dukungan moril, tidak
pada anggaran. Apakah sinergitas ini juga saat pembantu dekan tiga kita terjadi
saat pembantu dekan tiga kita saat mengusir paksa mahasiswa dari ruanganya yang
dibayarkan oleh uang Negara, yang bersumber dari pajak yang dibayarkan orang
tua kita. Ataukah sinergitas ini terjadi saat 35% suara dekan dalam pemilihan
ketua jurusan, dengan membukus visi dan misi dalam ruangan hampa yang hanya didengar
oleh dosen-dosen saya?
*Salam pembodohan,
dengan pencitraan walaupun itu tidak pantas di lakukan*
sabarudin