Jumat, 20 Juli 2012

Kantor Penyuluh Ditengah-Tengah Masyrakat Yang tidak Berpenghuni,



Melewati jalan usah atani yang ada di kecamatan parigi tepatnya di kelurahan walambeno wite, kita bisa melihat bangunan megah yang berdiri di tanah dengan luas kurang lebih sekitar 100 hektar, yang merupakan salah satu aset daerah yang ada dikabupaten muna, dalamnya ditanami dengan kelapa yang sudah berumur sekitaran 25 tahunan, pemandangan indah dengan hamparan pohon kelapa. namun melihat dari salah satu sudut tanah dengan luas sekitar 100 hektar ini ada hala menarik yaitu gedung yang tidak memilki papan nama yang tidak jelas peruntuhkanya, gedung ini dibangun kurang lebih 4 tahun yang lalu, dengan mengunakan anggaran pemerintah tentunya yang bersumber dari APBD, kabar yang menyebutkan bahwa gedung ini dibangun dengan tujuan sebagai tempat para penyuluh-penyuh untuk berkantor. namun sampai saat ini aktifitas ini tampaknya belum ada. nihil katanya masyrakat disekitaran gedng ini.



setelah saya mencoba untuk masuk dalam gedung ini, dari pintu gerbang kita sudah di jemput dengan pemandangan sekitaran kantor penyuluhan yang tidak berpenghuni selama dibnagun ini, denagn rumput liar yang sudah mengepung kantor ini. bagunan kantor ini dapat kita liat terdiri dari dua bangunan yaitu satu kantor, dan satu gudang kata masyarakat disekitar itu,


inilah wajh bangunan gudang yang yang dibangun diatas tahan dengan luas sekitar 100 hektar. gudang tentunya memilki fungsi sebagai tempat untuk penampungan kebutuhan-kebutuhan masyarakat tani disekitaran itu seperti pupuk dll. kabar yang mengherankan bahwa di tempat ini gudang, dua sekitar 2tahun yang lalu pernah di jadikan tempat penyimpanan pupuk namun, pupuk tersebut tidak tau dikemanakan oleh para penyuluh-penyuluh. iniolah yang menjadi isu hangat yang menjadi perdebatan masyarakat ditengah mereka membutuhkan pupuk untuk meningkatkan hasil pertyanianaya.


ini merupakan wajah gedung yang sedianya dijadikan kantor untuk tempat para penyuluh-penyuluh untuk melaya masyarakat sebagai tanggung jawab pengapdian mereka terhadap negara, ini sangat beralasan bahwa mereka yang ditunjuk untuk menjadi penyuluh tentunya mendapatkan gaji dari negara ini, namun kalau para penyuluh sudah tidak memperhatikan tanggung jawabnya. ini terbukti dari cerita yang berkembang ditengah masyarakat sekitar bahwa mereka hari ini membutukna para penyuluh untuk belajar, bagaiman cara dalah meningkatkan produk, dll. 


Sabarudin 
mahasiswa fekon unhalu




Daerah-ku Tidak Melihat Potensi Ini, Namun inilah Salah yang Menopang Ekonomi Masyarakatnya

Walam Beno Witte, LUMBUNG NENAS KAB. MUNA

Persyaratan Jadi Ganjalan Peremajaan Sawit Rakyat

Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menjadi salah satu program pemerintah Joko Widodo dalam upaya meningkatkan produktivitas perkebunan kelap...