"Tulisan ini adalah hasil rangkuman
penulis pada seminar yang diadakan oleh IMEPI dan himpunan mahasiswa jurusan
ilmu ekonomi universitas hasanudin makasar. dengan tema Revitalisasi Sektor Pertanian yang jelas guna Meningkatkan
Ketahanan Pangan Dan sector pertanian dapat berkontribusi dalam Pembangunan
Nasional” Dengan Pembicara Mentri
Pertanian Republik Indonesia, Anggota DPR-RI dan Gubernur Sulsel"
indonesia; negri yang
dikarunia dengan keunggulan yang tidak
dimiliki sebagian bangsa lain, mulai dari ragam budaya budaya, laut yang sangat
luas, dan daratan yang sangat luas dan sagat-sangat subur untuk kita jadikan
sebagai jalan dalam mengejar negara maju dalam proses pembangunan yang ada, kalau potensi-potensi ini di kelola dengan
baik. Luas dan subur adalah hal yang patut kita semaikan pada kondisi sektor
pertanian kita. hingga seluruh rakyat indonesia, saya dan anda percaya, kalau
Negara ini mampu memanfaatkan potensi yang ada maka optimism pengetasan
kemiskinan indonesia akan berkhir. Dan kemakmuran rakytan didepan mata “insya allah”.
Mengapa
Sektor Pertanian Itu Penting?
Sektor pertanian adalah
sektor yang diandalkan oleh pemerintahan orde lama dan orde baru sebagai
lending sektor perekonomian nasional. Pada masa orde lama pemerintahan hindia
belanda tidak mengali lubang untuk membiayaih Negara ini, mereka mendirikan lembaga
yang dikenal dengan nama VOC sebagai lembaga monopoli pada sector pertanian
yang kemudian mengesploitasi kekayaan alam Negara ini. Begitu juga Orde baru
dibawah kekuasaan Suharto sektor pertanian lagi-lagi adalah sektor yang menjadi
pilar dalam membagunan Negara, terbukti GBHN yang pernah dimiliki Indonesia
menempatkan sektor pertanian sebagai pondasi pembangunan ekonomi. GBHN itu
kemudian dirinci berdasarkan rencana pembangunan lima tahun (Repelita), yang
berisi tahap-tahap modernisasi pembangunan sektor pertanian. Tidak mengherankan
bila sejak dekade 1980-an Indonesia telah bisa swasembada beras dan memproduksi
beberapa komoditas penting dalam jumlah yang besar, seperti gula, kedelai, dan
jagung. Di kawasan Asia, Indonesia dianggap sebagai pemain penting sektor
pertanian, bahkan dapat memasok kebutuhan negara-negara lain lewat ekspor yang
dilakukan, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Pendeknya, selama kurang lebih
15-20 tahun pada masa orde baru, Indonesia
telah menempatkan dirinya sebagai pemain besar sektor pertanian di dunia.
Tidak sampai disini
bahwa sektor pertanian kita sangat penting diperhatikan dan mutlak harus menjadi agenda pembangunan ekonomi nasional atupun
daerah, oleh pemerintah nasional dan pemerintah daerah anata lain:
1.pembangunan pertanian adalah salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah
mengarah pada proses pengentasan kemiskinan, ini mengingat kita sebagai Negara
yang punya penduduk terbesar ke 5 di dunia dan mayoritas penduduk nya itu
tinggal di desa yang merupakan basis-basis pertanian lapangan kerjanya
(40-44%BPS lima tahun terakhir). 2.
Selain sektor pertanian mampu menciptakan lapangan kerja sektor ini juga adalah
sektor yang mampu mengembalikan kedaulatan pangan kita yang tercantum dalam
Undang-Undang No 18 tahun 2012 tentang pangan; dimana dalam pasal satu poin 2-3
berbnyi; (2) Kedaulatan Pangan adalah hak negara dan bangsa yang secara mandiri
menentukan kebijakan Pangan yang menjamin hak atas Pangan bagi rakyat dan yang
memberikan hak bagi masyarakat untuk menentukan sistem Pangan yang sesuai
dengan potensi sumber daya lokal. (3)Kemandirian Pangan adalah kemampuan negara
dan bangsa dalam memproduksi Pangan yang beraneka ragam dari dalam negeri yang
dapat menjamin pemenuhan kebutuhan Pangan yang cukup sampai di tingkat
perseorangan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, manusia, sosial, ekonomi,
dan kearifan lokal secara bermartabat.
Sehingga dengan proses agenda
revitalisasi pertanian yang serius, maka pembangunan pertanian kita diharapkan
dapat mampu mengatasi permasalahan pangan kita yang kian hari pangan kita sudah
masuk pada suplai langsung impor dan tidak lagi mampu memproduksi sendiri
sesuwai dengan amanat Undang-Undang No 18 tentang kedaulatan pangan kita.
POSISI
pertanian di Era Otonomi Daerah.
Sektor
pertanian ini merupakan rangkyan kisah suksen perekonomian INDONESIA, terbukti
dengan GBHN kita pada saat itu orde baru menempatkan sector pertanian menjadi
salah satu pilar ekonomi yang paling penting dari sektor-sektor lainya, bahkan
kita mampu swsembada pangan dan mampu menjadi salah satu eksportir sektor
pertanian pada kawan ekonomi asia. Namun kisah ini segera berubah setelah
krisis 1998 yang memporaporandakan perekonomian nasional. Ini disebabkan oleh
tragedi politik indonesia yang selanjutnya merembes ke sektor pertanian
indonesia. Sehingga dalam waktu yang tidak lama indonesia berubah dari Negara
eksportir menyebrang ke Negara importer sampai sekarang ini. Perubahan sistem politik kita pada tahun 1998
juga merupakan awal dari mandeknya pertanian. saya dan anda patut menduga jika
otonomi daerah yang sudah dengan susah payah kita perjuangan ternyata sudah
disiasiakan oleh pemegang kekuasaan tertinggi. Otonomi daerah seharusnya mampu
memberikan jalan untuk kesejahteraan bagi masyrakat tetapi ternyata hanya
sebaliknya. Pertumbuhan ekonomi dari daerah otonomi maupun nasional yang
terakumulasi dengan angka-angka sangat tinggi ternyata tidak mampu mengatasi
permasalahan social;kemiskinan dan penganguran. ini semua dikarenakan oleh arah
pembangunan nasional tidak lagi menemptkan sektor penting pertanian sebagai
lending sector ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi tidak lagi ditopang oleh
sector yang tradeable(pertanian,UKM) pertumbuhan ekonomi malah di topang oleh sector
yang non-tradeable(hotel, restoran,pertambangan) dalam artian sektor ini tidak
mampu inklusif dengan rakyat miskin pada akhirnya implikasinya adalah
kesejahteraan petani sangat memprihatinkan, dan pangan kita bergantung pada
Negara lain.
Politik
will
pemerintah yang tidak konsisten pada agenda revitalisasi pertanian dan Berbagai
permasalahan pertanian diduga menjadi penghambat dari pada pembangunan
pertanian mulai dari kondisi (1).lahan yang sangat memprihatinkan dengan adanya
konversi lahan-lahan pertanian yang sangat potensi untuk pertanian ke sektor-sektor
property seperti perumhan yang mulai mengambil lahan pertanian, hotel,
kawasan-kawasan industry ditempatkan pada lahan pertania, bahkan sampai pada
pertambangan yang sudah mengkapling tanah-tanah pertanian, (2).pembibitan yang
sangat kontras dengan keadaan perubahan cuaca yang ada yakni bibit yang ada
sudah tidak mampu lagi menyesuwaikan dengan kondisi cuaca yang berubah-ubah
yang berimplikasih pada produksi yang sangat tidak sesuwai, (3).infraktutur
yang tidak lagi diperhatikan yakni pemerintah sudah tidak lagi melihat
infraktutur sebagai awal dari pembangunan pertanian kita, kalau orde baru
membangun waduk-waduk tapi di zaman reformasi tidak merawat infraktutur-infraktutur
pertanian bahkan sampai pada menghancurkan waduk, (4).sumber daya manusia yang
sangat lemah, (5).pembiyaan petani yang tidak didukung dengan lembaga keungan
konvesional kemudian ditambah lagi dengan tidak adanya bank yang konsen
terhadap pertanian kita sehingga pembiayah petani di kapling oleh tengkulak
dengan bunga yang tinggi hingga masuk pada monopoli pertanian pada tengkulak., (6).kelembagaan
petani yang sangat yang lemah dan tidak
sinergis. Ditambah lagi dengan ada sitem pemerintahan yang otonomi daerah tadi
yang menempatkan sektor pertanian sebgai salah sektor yang bukan kewajiban
utama tetapi diletakan pada kebijakan pilihan pemerintah dalam pembangunan.
Berbagai permasalahan
dan tantangan sector pertanian kita menuntut untuk masuk menganalisa lebih
dalam dan tentunya memberikan arahan-arahan yang jelas, inilah yang melandasi
ikatan mahasiswa pemabngunan indonesia untuk selalu bertemu dalam agenda forum nasional,
RAKORNAS II makasar adalah pertemuan yang tidak disia-siakan oleh anak-anak
ikatan mahasiswa pembangunan indonesia (IMEPI), dalam melihat permasalahan
pembangunan dengan mendorong arahan Revitalisasi Sektor Pertanian yang jelas guna Meningkatkan
Ketahanan Pangan Dan sector pertanian dapat berkontribusi dalam Pembangunan
Nasional” pandangan kami anak-anak IMEPI dalam kerangka perbaikan nyata atau revitalisasi pertanian yang
terakumulasi pada 6 permasalahan nyata sektor pertanian 1.pengusaan lahan petani hanya
sampai pada 0,5% pada akses lahan yang ada, 2.bibit yang memprihatinkan, 3.infraktutur
yang tidak mendukung, 4.lemahnya SDM, 5.akses terhadap pembiayaan petani yang
buruk, 6.lemahnya kordisnasi kelembagaan petani.
Dari enam permasalahan
pertanian yang mendesak maka pemerintah daerah dan nasional harus bersama-masa
dalam menangani permasalahan ini, serta memerlukan penaganan yang lebih
inovatif dan terintegrasi yang dapat dirumuskan dalam cetak biru pembangunan
pertanian kedepan. Permasalahan akses lahan yang dimiliki oleh petani yang
hanya mendapat porsi 0,5% dari lahan yang ada pemerintah harus mampu melaksanakan
reformasi agrarian dengan baik (memberikan akses dan aset lahan kepada petani) sehingga diharapkan dapat mengurangi
petani-petani gurem yang ada. yang pada akhirnya akan memungkinkan
pertumbuhan produksi berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan para
produsen,
permasalahan pada pembibitan pemerintah harus mulai melihat kembali balai-balai
perbenihan pada setiap daerah, untuk memungkinkan penguatan bibit-bibit yang
ada sehingga diharapkan bibit yang ada dapat menyesuwaikan dengan kondisi anomaly
cuaca yang berubah-ubah dari hari kehari, infraktutur pertanian yang sangat
tidak mendukung pemerintah harus mulai melihat kondisi yang ada pada setiap
basis-basis daerah pertanian yang ada, membangun kembali infraktutur pertanian,
mulai dari jalan-jalan usaha tani sampai pada waduk-waduk pertanian kita. Pada sumber
daya manusia sangat diperlukan lembaga-lembaga pelatihan pertanian siap pakai
dalam mendukung sector pertanian kita, dan pemerintah dan kampus harus tegas
dalam mengarahkan lulusan-lusan sarjana pertanian untuk masuk pada sector pertanian
sebagai karir mereka, pembiayaah petani pemerintah dan dunia kampus harus sudah
mampu melakukan satu gren desain tentang lembaga sector pertanian kita yang
betul-betul konsen terhadap sector ini (kita memerlukan bank padi untuk
membiayah pertanian padi kita, kita
butuh bank coklat untuk pembiayah pada petani coklat kita, kita butuh bank
kedelai ntuk mendukung pembangunan pertanian sector kedelai kita. Permasalahan pada
kelembagan pertanian kita maka Diperlukan segera kelembagaan yang terintegrasi yg lebih baik
tentang Sistem ketahanan pangan nasional,
sistem ketersediaan yang bersumber dari produksi dalam negeri,
impor dan cadangan, sistem
distribusi/aksesibiltas secara fisik, ekonomi dan sosial budaya dan sistem
konsumsi dari kualitas pangan (keseimbangan gizi, mutu dan keamanan pangan)
serta diversifikasi pangan. Dan pada akhirnya kita yakin kalau permasalahan sector
pertanian dapat diselesaikan oleh pemerintah, baik daerah atau pusat, kita
yakin kalau Negara ini akan tumbuh dengan baik, hingga pada akhirnya kita akan
sepakat kalau kemiskinan dapat diatasi dengan sector pertanian ini.