Ada fenomena
yang menarik untuk disimak dalam pemilihan walikota kendari periode 2012-2017 kali
ini, yaitu mnculnya salah satu figur yang mengunakan jalur perseorang atau yang
lebih popular dikenal dengan sebutan indepeden yang muncul dengan
mengatasnamakan rakyat. Calon independen ini yaitu pasang La. Ode Geo dan Oskar Unggul, atau yang muncul dengan akronim Geo-Unggul, dengan mempati urutan nomor
2 dalam pemilihan walikota kendari kali ini.
Secara defenitif, Geo-Unggul, didukung dengan kekutan
masyarakat arus bawa dalam setiap pernyataan politiknya, dalam ranah politik
keuntungan pasangan yang lahir dari jalur perseorang ini, terletak pada tidak
adanya beban/utang budi terhadap salah satu partai yang berkuasa. Ini memungkinkan
jika terpilih nanti tidak banyak akan adanay interfensi dari pihak-pihak partai
ataupun dari tokoh-tokoh politik.
Namun yang menjadi pertanayan besar
apakah ketika akan menjadi walikota mampu menjalankan tugasya dengan baik,
mengingat dalam system erpolitikan Indonesia yang yang menganut trias politik,
yaitu legislativ, eksekutif, yudikatif. Yang dituntut untuk selalu berjalan
dengan singkron baik, denagn cara2 yang baik. Artinya apa ketika pihak
eksekutif memppunyai inisiatif untuk membangun namun antara pihak pemerintah
tidak memiliki kata sepakat hal ini yang harus dipikirkan matang-matang, jangan
sampai ketika terpilih menjadi walikota terkesan dipermainkan oleh legislatif.
kasian rakyat..
Kami tidak berutang pada siapa-siapa tapi kami hanya
berutang pada rakyat, dalam setiap orasi politik figure ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar