Tulisan ini saya buat setelah saya membaca harian kompas, terbitan
hari ini tanggal 4 juli 2012. dalam Koran tersebut halaman pertama terpampang
gambar ruangan anggota dewan kosong ditinggal para pemegang amanah rakyat, hal
ini menunjukan betapa ironisnya pemegang amanah rakyat dalam menjalankan
tugasnya, apakah ini yang kita namakan dengan pemegang amanah rakyat yang telah
kita gaji dengan uang rakyat yang melarat ditengah tidak pedulinya para anggota
DPR ini terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang selalu merugikan rakyat.
Kisah
tersebut menunjukan betapa rumitnya perjalanan demokrasi kita, yang telah anak bangsa
bangga-banggakan, DPR sebagai bagian dari demokrasi yang bertugas untuk
menyalurkan aspirasi rakyat telah melenceng dari amanah ini, DPR sudah jalan
dengan mengijak-nginjak kepentingan rakyat. DPR, tidak lagi memberikan nada
indah ditelinga rakyat, DPR malah menciptakan bunyi yang mengejutkan di telinga
kita yang bisa membuat kita terkejut ketika nada itu terdengan, nada ini
tantunya korupsi, lantas
sampaikanpan kah ini kita biarkan, apakah sampai 2014 yang nantinya akan
melahirkan para pembohong-pembohong baru dalam setiap ucapan retoprika kampanye?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar