Pelatihan kewirausahaan dan pemberdayaan usaha kecil yang dilaksanakan
di raha kabupaten muna-sultra atas kerjasama tiga lembaga : elfarisi institude,
jamkrindo, dan Telkom enak didengar. Hal ini karena forum-forum pelatihan
seperti ini untuk ukuran daerah yang masih dikategorikan tertinggal sangat
jarang dilakukan, untuk itu pelatihan semacam ini dapat membuka sekat pemikiran
di tengah tengah masyrakat kita bahwa menjadi pengusaha di sektor-sektor riil
itu masih memilki potensi yang besar untuk di masuki.
Materi yang disediakan oleh panitia pelaksana kegiatan pelatihan sudah
baik sebagai awal untuk membuka sekam pemikiran para pelaku-pelaku usaha kecil
(UK) untuk lebih dalam lagi memahami pendirian UK dan pengembangan UK yang
sudah ada. Seperti materi membangun semangat kewirausahaan dari sumber daya
lokal, pengembangan usaha sektor pertanian, pengembangan usaha sektor perikanan
dan kelautan, penguatan aspek permodalan pada sektor-sektor UK, membangun mitra
dan aliansi sesama pelaku UK. Sementara itu di sisi lain panitia pelaksana
kegiatan juga ikut menghadirkan pemateri yang kompeten di bidangnya masing-masing
diantaranya : pelaku UK yang sudah sukses di bidangnya masing-masing (terutama
disektor pertanian dan perikanan), pemerintah daerah yang memiliki tugas
strategis terkait dengan pengembangan sektor UK di daerah, perwakilan lembaga
keuangan bank dan nonbank ,serta tidak ketinggalan dosen di Fakultas Ekonomi
dan Bisnis Universitas Halu Oleo (FEB-UHO).
Pelatihan dimulai dengan pandangan ketua elfata institute Bapak Abdul
Rahman Farisi, SE, M.SE terkait dengan permasalahan pengembangan sektor UK di
daerah topik yang diulas antara lain potensi daerah kab. Muna yang sangat baik
untuk mendorong pelaku-pelaku UK untuk masuk di sektor-sektor potensial yang
belum di dimasuki diantaranya pada sektor perikanan dan pertaniannya yang
memiliki potensi yang besar, permasalahan UK pada sektor keuangannya, fungsi
dan tangung jawab pemerintah dalam merangkul pelaku-pelaku UK baik yang ingin
masuk maupun yang sudah ada.
Untuk selanjutnya masuk pada materi yang pertama terkait dengan
membangun semangat usaha kewirausahaan yang langsung di paparkan oleh
pelaku-pelaku UK lokal yang sukses dibidang nya masing-masing. Untuk yang
pertama Era Noviardi menceritakan pengalamannya terkait ketika memulai usaha
diantaranya : pelaku UK harus jeli melihat sumber daya lokal yang potensial, pelaku
UK harus jeli melihat pasar (lokal, maupun luar daerah), pelaku UK harus mau
mulai dari yang kecil-kecil (pemateri mencontohkan dalam produk olahan miliknya
dendeng kacang dulu untuk di kab. Muna dedeng kacang pun mengonsumsi
produk-produk impor dari daerah lain, sementara di saat yang bersamaan untuk
bahan yang ada banyak terdapat di Muna seperti kacang tanah yang tersebar
hampir tiap kecamatan sehingga pemateri saat itu memulai usaha pembuatan
dendeng kacang dengan bahan baku kacang lokal dengan produksi rumahan dan
dipasarkan pun pada saat itu hanya dari warung ke warung dengan membidik
konsumen lokal). Selanjutnya untuk materi kedua dibawakan oleh La Ode
Paliawaludin, S.Pi, M.Si (dinas kelautan kabupaten Muna) terkait dengan
potensi-potensi di kelautan yang bisa dimasuki oleh pelaku UK diantara pemateri
mengulas : potensi disektor kelautan untuk muna baru sekitar 20 persen
dikelola, panjang pantai Muna yang kaya akan sumber daya laut terutama sektor
perikanan sangat baik untuk pelaku UK untuk masuk mengelola (diantaranya
pengembangan rumput laut, pembuatan terasi, ikan hias yang belum ada di
Muna,dll). Sementara untuk di sektor pertanian pemaparan pemateri (Ir. Sifa
Biku, Mp yang juga ketua ketua kerukunan tani kabupaten Muna) terkait dengan
sektor yang bisa di masuki oleh pelaku UK diantara memaparkan : sektor unggulan
pertanian Muna terutama palawija (jagung, kacang, dll), potensi jambu mente,
produk lain dari jambu mente.
Selanjutnya untuk materi ketiga terkait dengan penguatan aspek
permodalan UK, ada tiga lembaga keuangan yang masuk untuk memberikan garansi
terkait dengan akses pada lembaga keuangan. Untuk Bank BRI menjelaskan beberapa
aspek terkait dengan kebijakannya di sektor UK antara lain : memperkenalkan
KUMPEDES sebagai pengganti KUR sebagai program andalannya untuk membrikan
permodalan pada pelaku-pelaku UK, menjelaskan syarat-syarat untuk mendapatkan
KUMPEDES (mulai dari syarat administrasi, sampai dengan jaminan/anggunan untuk
mendapatkan kredit BRI). Sementara untuk PT PNM memberikan pemaparan terkait
dengan : tujuan didirikannya PNM sebagai lembaga yang ditugaskan oleh negara
untuk memberikan akses modal kepada para pelaku UK, cara mendapatkan kredit di
PNM, layanan pelatihan kewirausahaan kepada mitra PNM. Sementara untuk materi
JAMKRINDO memaparkan beberapa pokok : tujuan dan fungsi JAMKRINDO ada,
memperkenalkan lembaga keuangan Bank dan Nonbank yang menjadi mitra JAMKRINDO,
memperkenalkan mekanisme dalam mendapatkan jaminan pelayanan JAMKRINDO,
DLL.
Sementara itu untuk materi membangun mitra dan aliansi sesama pelaku UK
oleh Bapak Syamsul Anam, SE., M.Ec.Dev menjelaskan beberapa point terkait
dengan ini diantaranya : permasalahan pelaku UK baik yang sudah masuk ataupun
yang masih merencanakan untuk masuk menjadi pelaku UK, permasalahan UK dalam
membangun aliansi dan linkage Usaha, tips dan solusi membangun mitra sesama
pelaku UK, memperkenalkan pembukuan sederhana, manfaat adanya pembukuan dalam
mengelola UK, jenis pembukuan yang bisa dijalankan pelaku UK pada usahanya.
Sedangkan untuk materi dari dinas perdagangan dan perindustrian kab. Muna
memaparkan beberapa kebijakan strategis dalam mendukung pelaku-pelaku UK untuk
tetap mempertahankan posisi pada sektor UK diantaranya : fungsi dan tugas
Perindag dalam mendukung pelaku UK, menjelaskan beberapa produk yang diminati
di luar daerah, memperkenalkan cara-cara mengemas produk UK, membantu pelaku UK
untuk memasarkan produk yang ada di pasaran baik itu pasar lokal ataupun diluar
daerah.
Point utama yang perlu di apresiasi dari pemaparan pemateri dalam
pelatihan kewirausahaan ini adalah semua stekholder sepakat untuk mendukung
pelaku-pelaku UK tumbuh dalam rangka mendorong beberapa sumber daya lokal untuk
masuk di sektor-sektor pengelolaan berbasis kewirausahaan. Untuk sektor
perikanan pemerintah melalui dinas terkait akan membantu pelaku UK untuk
mengelola potensi di sektor tersebut, hal ini juga ditunjukan oleh dinas
pertanian yang mendorong pelaku UK untuk masuk mengelola potensi pertanian.
Sementara itu untuk masalah pelaku UK pada keuangan lembaga keuangan seperti
BRI, PNM, dan JAMKRINDO menjamin untuk memberikan kemudahan dalam permodalan
asalkan jelas usaha dan tujuan pengembangan usaha tersebut.
Tetapi juga yang perlu di tekankan disini selain beberapa penjelasan
dari pemerintah dan lembaga keuangan diatas untuk saya pribadi beberapa
tambahan untuk memperkuat argumen dan menjamin kepada pelaku UK kedepanya agar
betul-betul pelaku UK atau saya sebut rakyat bawah harus dijamin dalam
menjalankan usaha diantaranya : Pertama pemerintah melalui dinas perikanan dan
kelautan harus betul komit terhadap
Tidak ada komentar:
Posting Komentar