Rabu, 01 April 2015

Catatan Singkat: Pelatihan Kewirausahaan Dan Pemberdayaan Usaha Kecil





Pelatihan kewirausahaan dan pemberdayaan usaha kecil yang dilaksanakan di raha kabupaten muna-sultra atas kerjasama tiga lembaga : elfarisi institude, jamkrindo, dan Telkom enak didengar. Hal ini karena forum-forum pelatihan seperti ini untuk ukuran daerah yang masih dikategorikan tertinggal sangat jarang dilakukan, untuk itu pelatihan semacam ini dapat membuka sekat pemikiran di tengah tengah masyrakat kita bahwa menjadi pengusaha di sektor-sektor riil itu masih memilki potensi yang besar untuk di masuki.
Materi yang disediakan oleh panitia pelaksana kegiatan pelatihan sudah baik sebagai awal untuk membuka sekam pemikiran para pelaku-pelaku usaha kecil (UK) untuk lebih dalam lagi memahami pendirian UK dan pengembangan UK yang sudah ada. Seperti materi membangun semangat kewirausahaan dari sumber daya lokal, pengembangan usaha sektor pertanian, pengembangan usaha sektor perikanan dan kelautan, penguatan aspek permodalan pada sektor-sektor UK, membangun mitra dan aliansi sesama pelaku UK. Sementara itu di sisi lain panitia pelaksana kegiatan juga ikut menghadirkan pemateri yang kompeten di bidangnya masing-masing diantaranya : pelaku UK yang sudah sukses di bidangnya masing-masing (terutama disektor pertanian dan perikanan), pemerintah daerah yang memiliki tugas strategis terkait dengan pengembangan sektor UK di daerah, perwakilan lembaga keuangan bank dan nonbank ,serta tidak ketinggalan dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Halu Oleo (FEB-UHO).
Pelatihan dimulai dengan pandangan ketua elfata institute Bapak Abdul Rahman Farisi, SE, M.SE terkait dengan permasalahan pengembangan sektor UK di daerah topik yang diulas antara lain potensi daerah kab. Muna yang sangat baik untuk mendorong pelaku-pelaku UK untuk masuk di sektor-sektor potensial yang belum di dimasuki diantaranya pada sektor perikanan dan pertaniannya yang memiliki potensi yang besar, permasalahan UK pada sektor keuangannya, fungsi dan tangung jawab pemerintah dalam merangkul pelaku-pelaku UK baik yang ingin masuk maupun yang sudah ada.
Untuk selanjutnya masuk pada materi yang pertama terkait dengan membangun semangat usaha kewirausahaan yang langsung di paparkan oleh pelaku-pelaku UK lokal yang sukses dibidang nya masing-masing. Untuk yang pertama Era Noviardi menceritakan pengalamannya terkait ketika memulai usaha diantaranya : pelaku UK harus jeli melihat sumber daya lokal yang potensial, pelaku UK harus jeli melihat pasar (lokal, maupun luar daerah), pelaku UK harus mau mulai dari yang kecil-kecil (pemateri mencontohkan dalam produk olahan miliknya dendeng kacang dulu untuk di kab. Muna dedeng kacang pun mengonsumsi produk-produk impor dari daerah lain, sementara di saat yang bersamaan untuk bahan yang ada banyak terdapat di Muna seperti kacang tanah yang tersebar hampir tiap kecamatan sehingga pemateri saat itu memulai usaha pembuatan dendeng kacang dengan bahan baku kacang lokal dengan produksi rumahan dan dipasarkan pun pada saat itu hanya dari warung ke warung dengan membidik konsumen lokal).  Selanjutnya untuk materi kedua dibawakan oleh La Ode Paliawaludin, S.Pi, M.Si (dinas kelautan kabupaten Muna) terkait dengan potensi-potensi di kelautan yang bisa dimasuki oleh pelaku UK diantara pemateri mengulas : potensi disektor kelautan untuk muna baru sekitar 20 persen dikelola, panjang pantai Muna yang kaya akan sumber daya laut terutama sektor perikanan sangat baik untuk pelaku UK untuk masuk mengelola (diantaranya pengembangan rumput laut, pembuatan terasi, ikan hias yang belum ada di Muna,dll). Sementara untuk di sektor pertanian pemaparan pemateri (Ir. Sifa Biku, Mp yang juga ketua ketua kerukunan tani kabupaten Muna) terkait dengan sektor yang bisa di masuki oleh pelaku UK diantara memaparkan : sektor unggulan pertanian Muna terutama palawija (jagung, kacang, dll), potensi jambu mente, produk lain dari jambu mente.
Selanjutnya untuk materi ketiga terkait dengan penguatan aspek permodalan UK, ada tiga lembaga keuangan yang masuk untuk memberikan garansi terkait dengan akses pada lembaga keuangan. Untuk Bank BRI menjelaskan beberapa aspek terkait dengan kebijakannya di sektor UK antara lain : memperkenalkan KUMPEDES sebagai pengganti KUR sebagai program andalannya untuk membrikan permodalan pada pelaku-pelaku UK, menjelaskan syarat-syarat untuk mendapatkan KUMPEDES (mulai dari syarat administrasi, sampai dengan jaminan/anggunan untuk mendapatkan kredit BRI). Sementara untuk PT PNM memberikan pemaparan terkait dengan : tujuan didirikannya PNM sebagai lembaga yang ditugaskan oleh negara untuk memberikan akses modal kepada para pelaku UK, cara mendapatkan kredit di PNM, layanan pelatihan kewirausahaan kepada mitra PNM. Sementara untuk materi JAMKRINDO memaparkan beberapa pokok : tujuan dan fungsi JAMKRINDO ada, memperkenalkan lembaga keuangan Bank dan Nonbank yang menjadi mitra JAMKRINDO, memperkenalkan mekanisme dalam mendapatkan jaminan pelayanan JAMKRINDO, DLL.    
Sementara itu untuk materi membangun mitra dan aliansi sesama pelaku UK oleh Bapak Syamsul Anam, SE., M.Ec.Dev menjelaskan beberapa point terkait dengan ini diantaranya : permasalahan pelaku UK baik yang sudah masuk ataupun yang masih merencanakan untuk masuk menjadi pelaku UK, permasalahan UK dalam membangun aliansi dan linkage Usaha, tips dan solusi membangun mitra sesama pelaku UK, memperkenalkan pembukuan sederhana, manfaat adanya pembukuan dalam mengelola UK, jenis pembukuan yang bisa dijalankan pelaku UK pada usahanya. Sedangkan untuk materi dari dinas perdagangan dan perindustrian kab. Muna memaparkan beberapa kebijakan strategis dalam mendukung pelaku-pelaku UK untuk tetap mempertahankan posisi pada sektor UK diantaranya : fungsi dan tugas Perindag dalam mendukung pelaku UK, menjelaskan beberapa produk yang diminati di luar daerah, memperkenalkan cara-cara mengemas produk UK, membantu pelaku UK untuk memasarkan produk yang ada di pasaran baik itu pasar lokal ataupun diluar daerah. 
Point utama yang perlu di apresiasi dari pemaparan pemateri dalam pelatihan kewirausahaan ini adalah semua stekholder sepakat untuk mendukung pelaku-pelaku UK tumbuh dalam rangka mendorong beberapa sumber daya lokal untuk masuk di sektor-sektor pengelolaan berbasis kewirausahaan. Untuk sektor perikanan pemerintah melalui dinas terkait akan membantu pelaku UK untuk mengelola potensi di sektor tersebut, hal ini juga ditunjukan oleh dinas pertanian yang mendorong pelaku UK untuk masuk mengelola potensi pertanian. Sementara itu untuk masalah pelaku UK pada keuangan lembaga keuangan seperti BRI, PNM, dan JAMKRINDO menjamin untuk memberikan kemudahan dalam permodalan asalkan jelas usaha dan tujuan pengembangan usaha tersebut.
Tetapi juga yang perlu di tekankan disini selain beberapa penjelasan dari pemerintah dan lembaga keuangan diatas untuk saya pribadi beberapa tambahan untuk memperkuat argumen dan menjamin kepada pelaku UK kedepanya agar betul-betul pelaku UK atau saya sebut rakyat bawah harus dijamin dalam menjalankan usaha diantaranya : Pertama pemerintah melalui dinas perikanan dan kelautan harus betul komit terhadap 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Persyaratan Jadi Ganjalan Peremajaan Sawit Rakyat

Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menjadi salah satu program pemerintah Joko Widodo dalam upaya meningkatkan produktivitas perkebunan kelap...