Kamis, 10 Januari 2013

KADO PD III BARU. DENGAN TENAR SAYA KATAKAN TIDAK MEMILIKI (SOLUSI)



Rabu kemarin adalah hari yang patut kita sayangkan bersama dalam pengelolaan kelembagaan di fakultas ini, bagaiman tidak dalam sejarah berdirinya lembaga mahsiswa khususnya HMJ IESP baru kali ini juga proposal yang di ajukan oleh pengurus lembaga di kembalikan oleh pembantu dekan 3 kepada ketua himpunan jurusan ilmu ekonomi studi pembangunan, hanya alasan anggaran yang belum ada kata PD III.  
Momen pelantikan pejabat lingkup fakultas ekonomi yang baru-baru ini sebenarnya banyak kalangan yang menaruh harapan besar kepada Dekan kita sebagai pimpinan tertinggi di fakultas ini, karnah kita semua mengira bahwa pejabat yang dilantik ini adalah orang-orang yang betul-betul paham akan tupoksi dan memiliki keahlian dalam menjalankan amanah yang telah di berikan.  Namun ini diluar harapan kita semua sebagai warga dari fakultas ini, bagaimana tidak sadar atau tidak pembantu dekan tiga dengan sikap yang telah dilakukan kemarin telah memnculkan opini bahwa pembatu dekan ini kurang memahami peran-peranya.
Saya mendukung apapun yang dilakukan oleh saudara-saudara untuk menjalankan lembaga namun hanya pada sebatas dukungan moril, dan secara materi saya tidak mendukung” inilah sepengal jawaban PD III yang diterima ketua HMJ baru dapatkan kepada dekan saat mengajukan proposal pelantikan ketua HMJ baru IESP. Setelah kita merenung ada satu pertanyaan yang perlu kita ajukan kepada semua komponen yang ada difakultas ini, inikah jawan yang harus kita dapatkan kepada pembantu Dekan 3 yang membidangi kemhasiswaan. Kalau ini jawabanya ada satu lagi yang harus kita ajukan kepada pembantu Dekan 3 kita dimana uang sumbangan yang telah kami sisihkan dalam setiap momen pembayaran SPP setiap semesternya? Tolong dijawab……………….!
Seharusnya komitmen dalam memperbaiki lembaga tidak hanya menjadi buah bibir di kalangan birokasi, biroksi kemudian harus memahami tupoksi dari pada  lembaga kemahasiswaan, birokrasi seharusnya tidak seenaknya menjawab apa keluhan dari pada lembaga kemahasiswaan. Dan pada akhirnya saya katakana jangan kaku dalam mengelola lembaga kemahsiswaan.
*Salam reformasi birokrasi yang telah gagal dilakukan dekan kita*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Persyaratan Jadi Ganjalan Peremajaan Sawit Rakyat

Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menjadi salah satu program pemerintah Joko Widodo dalam upaya meningkatkan produktivitas perkebunan kelap...