| sultra vs birokrasinya* |
SULTRA dalam beberapa
hari yang lalu seakan disuguhkan dengan berita yang yang mengusik para pemegang
amanah dalam perjalanan roda pemerintahan, ini terungkap dalam berita salah
satu media lokal, dengan judul besar “Tatakelola Pemerintahan Sultra Buruk”
berita yang diturunkan ini adalah hasil dari lokakarya yang Indonesia geverance
index bekerjasama dengan partnership governance reform in Indonesia di hotel
plaza in kendari (selasa 29/1 2013)-dengan publikasi sultra berada pada posisi
26 dari 33 propinsi yang ada di Negara kesatuan republic Indonesia ini, dengan total skor
dalam survey tersebut sultra bertengker pada angka 4,48%.dalam acara lokakarya
ini dihadiri oleh perwakilan dari kalangan birokrasi SKPD perintah propinsi Sulawesi
tenggra, anggota DPR sultra, akademisi, pimpinan organisasi asosiasi, lembaga
swadaya masyarakat, dan media masa, acara ini dimaksudkan untuk melakukan
publikasi sekaligus evaluasi dari pada kinerja birokrasi yang ada di tataran
pemerintahan Sultra, dan lokakarya ini juga merupakan salah satu indicator untuk
menentukan kinerja dari pada pemerintahan sultra ke depan yang kalau tidak ada
hambatan akan dirilis kinerja 2012/2013. Kata salah satu tim peneliti partnership
for governance reform, muhamad chozin.
Dalam penelitia untuk
menentukan kinerja tatakelolaan pemerintahan yang baik atau buruk, partnership governance
reform in Indonesia menfokuskan pada empat sector tata kelola pemerintahan
yakni masing-masing,(1) pemerintahan terdiri atas legislative dan gubernur,
(2). Birokrasi masyarakat sipil dan dunia usaha. Kekuatan dari masing-masing sector
yang di ambil dalam menentukan kinerja pemerintahan ini diukur dengan
mengunakan enam parameter good governance, yaitu akuntabilitas, transparasi,
partisipasi keadilan, efisiensi, efektifitas.
Tata kelola
pemerintahan yang baik di era otonomi daerah sekarang adalah agenda yang sudah
lama di gelorakan oleh pemerintah pusat, dari tataran lembaga kementria sampai
ditingkatan pemerintahan daerah, ini juga merupakan komitmen pemerintah kita
dalam memberikan pelayanan yang baik kepada masyrakat. Reformasi birokrasi
dizaman yang dikenal dengan top donw ini adalah keniscayaan yang harus
dilengkapi dalam kehidupan masyrakat, agar proses dari pada perjalanan yang
dapat penulis tinjau dalam perjalanan perekonomian masyarakat daerah berjalan
dengan baik, tanpa ada hambatan dari segi admistrasi.
Sultra adalah merupakan
daerah yang dibentuk dengan semangat otonomi daerah tentunnya yang usianya
sudah menginjakan kaki di angka 47, dengan pertumbuhan ekonominya lumayan dari
tahun ke tahun. Di usia yang tentunya sudah lumayan tua kalau kita mengambil
umur manusia, adalah hal yang menghawatirkan jika pada saat ini pemerintahan
sultra masih terganjal dengan pelayanan yang kurang maksimal dilakukan oleh
pemerintah kita, apa lagi sultra yang didukung pertumbuhan ekonomi yang tinggi
diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, sekedar informasi bahwa pada
kuartal ke tiga di tahun lalu 2012 sultra berada pada posisi 11,58%. Seharusnya pemerintah kita dengan momen yang
besar ini baik dilihat pada usia ataupun pertumbuhan ekonomi adalah menjadikan
modal yang besar untuk membangun tata kelola pemerintahan yang baik tentunya
dapat memuaskan masyrakat semua lapisan yang ada di daerah yang dikenal secara
nasional ini, bumi anoa, wisata wakatobi, dan pulau buton yang terkenal dengan
benteng terpanjangnya.
Namun pertanyaan
kemudian muncul apakah pemerintah kita saat ini ada niatan untuk memperbaiki
tata kelola pemerintahan yang baik? kalau kita mengutip salah satu pernyataan
dari peraih nobel ekonomi asal india di tahun 1998 amartya sen, bahawa menurut
sen pemerintah harus menyediakan tiga hal pada semua warganya, yakni (1)
kebebasan ekonomi, social, dan politik. (2) keamanan dan perlindungan (3)
pelaksanan aktifitas pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan
partisipatoris. Berkataan sen ini bukan tanpa alasan bahawa menurut peraih
nobel ekonomi ini, tiga elemen wajib di sediakan oleh pemerintah jika
pemerintahan itu ingin berhasil, misalnya
kita ambil indicator kemiskinan adalah hal yang sulit di pungkiri kalau
kemiskinan tidak berhadapan dengan tata kelola pemeintahan yang baik.
Apapun konsekuesinya
pemerintah harus melakukan perbaikan struktur pemerintahan,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar