Selasa, 18 Februari 2014

Infrasturktutur Buruk Pertumbuhan Ekonomi Tetap Mendaki



 Akhir bulan desember 2013 yang lalu pembahasan APBN 2014 baru seakan baru saja usai. Namun sebagai mahasiswa yang kuliah di fakultas ekonomi apalagi ambil jurusan ilmu ekonomi dan studi pembangunan. Sangat-sangat penting rasanya untuk membaca dengan teliti agenda-agenda apa saja yang ada dalam APBN dan berapa masing-masing alokasi anggaran pada tiap aitem program-program pemerintah kita.
Dalam perbincangan ataupun perdebatan tentang pemebangunan ekonomi Indonesia dari Negara ini memerdekakan diri selalu hangat ketika kita mengangkat topik yang berkaitan dengan pembagian antar wilayah di Indonesia, baik itu kita bicara pada sumber daya alam ataupun sumber daya manusia yang Negara ini miliki. Perdebatan ini memang tidak ada yang salah, karnah penulis sangat yakin perdebatan ilmiah adalah cara terbaik beberapa perguruan tingggi dalam berkontribusi terhadap Negara, ya tentu dengan analisa yang matang dan problem solving yang di tawarkan oleh masing-masing pakar.
Dalam perdebatan yang hangat, tentu kalau kita bicara tentang kawasan, pasti tentang barat Indonesia lebih maju dari timur Indonesia. Perdebatan ini tentu berpangkal mulai dari kaca mata masyrakat terhadap kondisi daerah antara barat dan timur sampai pada angka-angka ekonomi yang sering digunakan oleh pemerintah ataupun para penagmat-pengamat dalam memetakan perkembangan dari pembangunan itu sendiri.

Secara kasat mata kalau berbicara pembagunan pasti barat yang dominan, kita sebagai masyrakat awam bisa melihat kondisi wilayah kita dan bandingkan dengan daerah jawa. Mulai dari jalan berapa panjang jalan kita saat ini, contoh kasus Sulawesi, bagaimana kondisi pelabuhan kita dibandingkan dengan jawa, listrik kita sudah berapa kapasistas dayanya sampai sekarang, berapa yang terjangkau. Dan pasti jawabannya selalu kita tertinggal dari pulau jawa. Tapi kalau dari segi sumber daya alam kita unggul, inilah barangkali yang perlu diperjuangkan oleh oarng-orang timur.
  
Kemudian kita masuk pada data-data yang ada, pada sector infraktutur  misalnya, menurut data kementrian keungan belanjanya bertambah terus dari tahun ketahun, tahun 2011 belanja infraktutur  negri ini terdata berjumlah  128.7 triliun, 2012 sebesar 174.9 teriliun  dan lagi kenaikan uang  untuk  infraktutur  Tercatat sebesar sebesar 203.7 triliun.  Namun sayang lagi-lagi uang ini lebih banyak terkonsetrasi di wilayah kawasan barat.

 Contoh saya akan melihat pembangunan jalan kita bagaimana perbedaanya antara kawan ini, menurut data P3km Unhas Dan Bank Dunia, kondisi jalaan pulau Sulawesi dan sekitarnya sangat-sangat buruk. Peningkatan panjang jalan di Sulawesi relatif lebih lambat  dari rata-rata Nasional, sehingga proporsinya cenderung menurun. Tahun 2007 panjang jalan Sumatra 34.15%, jawa 25.38%, bali-nusa tenggara 8.33%, Kalimantan 10.52%, Sulawesi 16.72%, Maluku-papua 4.91% dan pada tahun 2012 panjang jalan untuk Sumatra 34.15%, jawa 23.61%, bali-nusa tenggara 7.07%, Kalimantan 11.05%, Sulawesi 16.53%, Maluku-papua itu 7.60%.

Tetapi disaat yang bersamaan Kawasan Sulawesi mencatat pertumbuhan ekonomi paling impresif di Indonesia dalam 10 tahun terakhir dan daerah  kontribusinya terhadap PDB Nasional terus membesar. Data terakhir menunjukan pertumbuhan ekonomi untuk Sumatra sebesar 4.75%, jawa 5.95%, Kalimantan 4.08, Sulawesi 7.17%, bali-ntb 4.99%, Maluku-papua 4.29. sehingga dari data ini kita bisa menyimpulkan bahwa alangkah mengecewakan untuk kita semua. Ketika masyrakat menginginkan kesejahteraan tetapi disaat yang bersamaan pemerintah enggan memberikan dan terkesan keberpihakan pemerintah untuk Sulawesi sangat-sangat minim.

Kedepanya kita berharap pemerintah kita harus memperhatikan kawasan Sulawesi banyak. data dari penelitian perguruan tinggi di kawasan Sulawesi yang konsen terhadap infraksturtur, yang bisa digunakan untuk menjadi masukan oleh pemerintah pusat dalam mengabil kebijkan kedepan nanti. Jangan sampai momentum pertumbuhan ekonomi yang impresif ini tidak bisa lagi dipertahankan tahun-tahun kedepan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Persyaratan Jadi Ganjalan Peremajaan Sawit Rakyat

Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menjadi salah satu program pemerintah Joko Widodo dalam upaya meningkatkan produktivitas perkebunan kelap...