Akhir bulan
desember 2013 yang lalu pembahasan APBN 2014 baru seakan baru saja usai. Namun sebagai
mahasiswa yang kuliah di fakultas ekonomi apalagi ambil jurusan ilmu ekonomi
dan studi pembangunan. Sangat-sangat penting rasanya untuk membaca dengan
teliti agenda-agenda apa saja yang ada dalam APBN dan berapa masing-masing alokasi
anggaran pada tiap aitem program-program pemerintah kita.
Dalam perbincangan
ataupun perdebatan tentang pemebangunan ekonomi Indonesia dari Negara ini
memerdekakan diri selalu hangat ketika kita mengangkat topik yang berkaitan
dengan pembagian antar wilayah di Indonesia, baik itu kita bicara pada sumber
daya alam ataupun sumber daya manusia yang Negara ini miliki. Perdebatan ini
memang tidak ada yang salah, karnah penulis sangat yakin perdebatan ilmiah
adalah cara terbaik beberapa perguruan tingggi dalam berkontribusi terhadap Negara,
ya tentu dengan analisa yang matang dan problem solving yang di tawarkan oleh
masing-masing pakar.
Dalam perdebatan
yang hangat, tentu kalau kita bicara tentang kawasan, pasti tentang barat Indonesia
lebih maju dari timur Indonesia. Perdebatan ini tentu berpangkal mulai dari
kaca mata masyrakat terhadap kondisi daerah antara barat dan timur sampai pada
angka-angka ekonomi yang sering digunakan oleh pemerintah ataupun para
penagmat-pengamat dalam memetakan perkembangan dari pembangunan itu sendiri.
Secara kasat
mata kalau berbicara pembagunan pasti barat yang dominan, kita sebagai
masyrakat awam bisa melihat kondisi wilayah kita dan bandingkan dengan daerah
jawa. Mulai dari jalan berapa panjang jalan kita saat ini, contoh kasus Sulawesi,
bagaimana kondisi pelabuhan kita dibandingkan dengan jawa, listrik kita sudah
berapa kapasistas dayanya sampai sekarang, berapa yang terjangkau. Dan pasti
jawabannya selalu kita tertinggal dari pulau jawa. Tapi kalau dari segi sumber
daya alam kita unggul, inilah barangkali yang perlu diperjuangkan oleh
oarng-orang timur.
Kemudian kita masuk pada data-data yang ada, pada sector
infraktutur misalnya, menurut data
kementrian keungan belanjanya bertambah terus dari tahun ketahun, tahun 2011
belanja infraktutur negri ini terdata berjumlah
128.7 triliun, 2012 sebesar 174.9 teriliun dan lagi kenaikan uang untuk infraktutur Tercatat sebesar sebesar 203.7 triliun. Namun sayang lagi-lagi uang ini lebih banyak
terkonsetrasi di wilayah kawasan barat.
Contoh saya akan melihat
pembangunan jalan kita bagaimana perbedaanya antara kawan ini, menurut data P3km
Unhas Dan Bank Dunia, kondisi jalaan pulau Sulawesi dan sekitarnya
sangat-sangat buruk. Peningkatan panjang jalan di
Sulawesi relatif lebih lambat dari
rata-rata Nasional, sehingga proporsinya cenderung menurun. Tahun 2007 panjang
jalan Sumatra 34.15%, jawa 25.38%, bali-nusa tenggara 8.33%, Kalimantan 10.52%,
Sulawesi 16.72%, Maluku-papua 4.91% dan pada tahun 2012 panjang jalan untuk Sumatra
34.15%, jawa 23.61%, bali-nusa tenggara 7.07%, Kalimantan 11.05%, Sulawesi 16.53%,
Maluku-papua itu 7.60%.
Tetapi disaat yang bersamaan Kawasan Sulawesi mencatat pertumbuhan ekonomi paling impresif di
Indonesia dalam 10 tahun terakhir dan daerah
kontribusinya terhadap PDB Nasional terus membesar. Data terakhir menunjukan pertumbuhan ekonomi untuk
Sumatra sebesar 4.75%, jawa 5.95%, Kalimantan 4.08, Sulawesi 7.17%, bali-ntb
4.99%, Maluku-papua 4.29. sehingga dari data ini kita bisa menyimpulkan bahwa
alangkah mengecewakan untuk kita semua. Ketika masyrakat menginginkan
kesejahteraan tetapi disaat yang bersamaan pemerintah enggan memberikan dan
terkesan keberpihakan pemerintah untuk Sulawesi sangat-sangat minim.
Kedepanya kita berharap pemerintah kita
harus memperhatikan kawasan Sulawesi banyak. data dari penelitian perguruan
tinggi di kawasan Sulawesi yang konsen terhadap infraksturtur, yang bisa
digunakan untuk menjadi masukan oleh pemerintah pusat dalam mengabil kebijkan
kedepan nanti. Jangan sampai momentum pertumbuhan ekonomi yang impresif ini
tidak bisa lagi dipertahankan tahun-tahun kedepan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar