Rabu, 01 Januari 2014

Pertemuan Bersama Supir Truk Se-Kota Kendari

Tanggal 21 desember 2013 yang lalu sekitar pukul 10.00 wita, saya sedang bersama ketua KPU Sultra di SMA Negeri 1 kendari  dalam acara KPU goes to school  , selang  beberapa saat hendpone saya berbunyi, dengan nomor telopon yang baru di hp saya karnah saya belum perneh menyimpan no tersebut. Selang beberapa saat saya angkat terdengar suara laki-laki.  Dalam percakapan saya dengan laki-laki tersebut laki-laki ini memperkenalkan namanya kepada saya dan provesi dia. Dalam percakapn ini laki-laki ini menyebut namanya pak talib yang merupakan salah satu sopir truk dikota kendari. Dalam percakapan saya dengan supir truk tersebut beliau meminta saya untuk mengawal atau lebih tenarnya mengadfokasi supir truk terkaitt masalah yang meraka hadapi saat itu, namun berhubung sedang ada kegiatan sosialisasi pemilu 2014 saya sampaikan untuk membicarakan masalah sopir truk tersebut pada pukul 03.00 wita, akhirnya sopir tersebut menyahuti permintaan saya dan teman-teman mahasiswa lainya. Namun selang beberapa saat atau kira-kira pukul 12.00 wita pada hari itu spir truk tersebut menelpon dan beliau sampaikan kalau dia sudah ada di tempat saya melakukan sosialisasi pemilu tentunya SMA NEGERI 1 KENDARI, dalam pembicaraan saya dengan pak talib kebetulan saya juga sudah selesai kegiatan, saya lantas persilakan pak talib ke ruangan aula SMA NEGERI 1 KENDARI. Berhubung saya juga belum pernah ketemu dengan pak talib maka saya dan teman-teman juga bertanya-yanya dimana pak talib ini mengetahui kami sebagai mahasiswa? Dan ternyata beliau ini adalah suami dari pada teman senior saya di salah satu rumah sakit dikota kendari.
Pertemuan tatap muka pun dengan supir truk terjadi di sma negeri 1 kendari, pak talib terlihart membawa teman-teman seprovesi sesame supir truk. Dalam diskusi dengan supir truk tersebut beliau-beliau ini mengeluh kepada kami  (mahasiswa), dalam keluhan para wong cilik ini mengabarkan masalah yang sangat-sangat memberatkan mereaka akhirakhir ini. Mereka menjelaskan panjang lebar terkait dengan masalkah mereka, bagaimana parakterk-ptratek aparat dan masyrakat biasa dan ditambah dengan para pengeusaaha-pengasaha menaghalkan segala cara untuk menghilangkan solar yang bersubsidi atau lebih kejamnya lagi menjadi mafia solar yang berakibatidakk  dengan tidak mendaptakan pasokan solar untuk mabil-mobil yang mereka gunakan sehar-hari sebgai tulang punggung kelarga mereaka. Setelah menjelaskan kronolgis masalah yang sedang dihadapi, mereka lantas meminta kami untuk menyuarakan aspirasi masyrakat kecil pada pemerintah yang memegang kendali dari pada Negara ini. Mereka percaya kalau mahasiswa bisa menjadi jalan keluar dari pada masalah yang sedang dihadapi. Mereka percaya kalau idalisme mahasiswa masih ada.   ” pengakuan dari pada supir-supir truk se kota kendaari”
Jawaban saya pada saat itu sebagi mahasiswa priba saya bersedia untuk mengawal mereka untuk menyuarak aspirasi mahasiswa namun saya sampiakan bahwa gerakan semacam ini adalah gerakan yang membutuhkan banyak teman-teman mahasiswa yang sering melakuakn adfokasi-adfokasi di masyrakat dan kalau bisa kita sepakati bersama saya akan kumpulkan teman-teman kampus mahasiswa dan bertemu dalam diskusi panjang untuk persiapan gerakan menuarakan hilangnya solar di SPBU-SPBU dikota kendari, sopir truk pun sepakat untuk itu dan dia berjanji akan membawa teman-teman supir truk se kota kendari dalam rapat membahas gerakan nanti.
Sekit jam lima sore hari yang sama, supir truk melnelpon saya dan teman-teman  dan menyampaikan kalau mereka sudah siap untuk bertemu dengan kami sebgai mahasiswa yang dalam pandangan mereka masih percaya idealism tinggi mahasiwa dalam menyarak aspirasi-aspirasi masyrakat kecil. Pak talib ini dalam telpon menyampaikan kalau bisa kami dating di depan P2ID (pusat informasi daerah sultra). Dalam hitungan menit kami pun sampai dan langsung kami disambut dengan jabatan dan senyuman penderitaan supir truk. Dalam diskusi yang berlangsung sekitar dua jam, kami sepakatt antara mahsiswa dan supir truk sekota kendari melakukan gerakan pada hari senin tanggal 23 desember 2013. Dengan rangkaian demontrasi damai :
1.       Gerakan dikendalikan oleh mahasiswa dalam kesempatan itu kami menamakan diri sebagai aliansi  mahasiswa pemerhati rakyat, atau disingkat AMPERA, dengan masa terdiri dari persatuan sopir truk sekota kendari yang disingkat PERSOT
2.       Gerakan akan dimuali pada pukul 07.00 wita, dan pusat kumpul gerakan di pelataran tugu MTQ kendari dengan asumsi mobil terk yang akan ikut dalam geraka pada saat itu sebanyak 200 truk.
3.       Rute yang akan menjadi sasaran dari pada gerakan adalah DEPOT kota kendari, DPRD PROV. SULTRA DAN POLDA SULTRA.
Inilah rangkayan pertemuan saya dan kawan-kawan mahasiswa dalam agenda advokasi masyrakat sipil yang tidak punya apa-apa dan pengetahuan yang memadai untuk melawan dalam artian melawan memperjuangakan nasib yang kian hari kian mulai di ambil oleh orang-orang yang sebenarnya orang-orang ini adalah yang sudah diberikan kepercayaan, amanah untuk menjalankan roda pemerintahan.
Catatan: aksi ini berjalan damai dan masa sekitar 400 orang yang terdiri dari mahasiswa dan supir truk sekota kendari, dan alhamdulilah dalam gerakan ini kami berhasil menyita mobil rakitan yang sering digunakan moleh pelaku mafia solar, dan mobil tersebut kami serahkan secara langsung kepada kapolda sultra. Dan pengkuan supir truk setelah gerakan ini solar alhamdulilah sudah stabil kembali dibeberapa SPBU dikaota kendari.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Persyaratan Jadi Ganjalan Peremajaan Sawit Rakyat

Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menjadi salah satu program pemerintah Joko Widodo dalam upaya meningkatkan produktivitas perkebunan kelap...