Tanggal 21 desember 2013 yang
lalu sekitar pukul 10.00 wita, saya sedang bersama ketua KPU Sultra di SMA
Negeri 1 kendari dalam acara KPU goes to
school , selang beberapa saat hendpone saya berbunyi, dengan
nomor telopon yang baru di hp saya karnah saya belum perneh menyimpan no
tersebut. Selang beberapa saat saya angkat terdengar suara laki-laki. Dalam percakapan saya dengan laki-laki tersebut
laki-laki ini memperkenalkan namanya kepada saya dan provesi dia. Dalam percakapn
ini laki-laki ini menyebut namanya pak talib yang merupakan salah satu sopir
truk dikota kendari. Dalam percakapan saya dengan supir truk tersebut beliau
meminta saya untuk mengawal atau lebih tenarnya mengadfokasi supir truk
terkaitt masalah yang meraka hadapi saat itu, namun berhubung sedang ada
kegiatan sosialisasi pemilu 2014 saya sampaikan untuk membicarakan masalah
sopir truk tersebut pada pukul 03.00 wita, akhirnya sopir tersebut menyahuti
permintaan saya dan teman-teman mahasiswa lainya. Namun selang beberapa saat
atau kira-kira pukul 12.00 wita pada hari itu spir truk tersebut menelpon dan
beliau sampaikan kalau dia sudah ada di tempat saya melakukan sosialisasi
pemilu tentunya SMA NEGERI 1 KENDARI, dalam pembicaraan saya dengan pak talib
kebetulan saya juga sudah selesai kegiatan, saya lantas persilakan pak talib ke
ruangan aula SMA NEGERI 1 KENDARI. Berhubung saya juga belum pernah ketemu
dengan pak talib maka saya dan teman-teman juga bertanya-yanya dimana pak talib
ini mengetahui kami sebagai mahasiswa? Dan ternyata beliau ini adalah suami
dari pada teman senior saya di salah satu rumah sakit dikota kendari.
Pertemuan tatap muka pun dengan
supir truk terjadi di sma negeri 1 kendari, pak talib terlihart membawa
teman-teman seprovesi sesame supir truk. Dalam diskusi dengan supir truk
tersebut beliau-beliau ini mengeluh kepada kami
(mahasiswa), dalam keluhan para wong cilik ini mengabarkan masalah yang
sangat-sangat memberatkan mereaka akhirakhir ini. Mereka menjelaskan panjang
lebar terkait dengan masalkah mereka, bagaimana parakterk-ptratek aparat dan
masyrakat biasa dan ditambah dengan para pengeusaaha-pengasaha menaghalkan
segala cara untuk menghilangkan solar yang bersubsidi atau lebih kejamnya lagi
menjadi mafia solar yang berakibatidakk dengan tidak mendaptakan pasokan solar untuk
mabil-mobil yang mereka gunakan sehar-hari sebgai tulang punggung kelarga
mereaka. Setelah menjelaskan kronolgis masalah yang sedang dihadapi, mereka
lantas meminta kami untuk menyuarakan aspirasi masyrakat kecil pada pemerintah
yang memegang kendali dari pada Negara ini. Mereka percaya kalau mahasiswa bisa
menjadi jalan keluar dari pada masalah yang sedang dihadapi. Mereka percaya kalau
idalisme mahasiswa masih ada. ”
pengakuan dari pada supir-supir truk se kota kendaari”
Jawaban saya pada saat itu sebagi
mahasiswa priba saya bersedia untuk mengawal mereka untuk menyuarak aspirasi
mahasiswa namun saya sampiakan bahwa gerakan semacam ini adalah gerakan yang
membutuhkan banyak teman-teman mahasiswa yang sering melakuakn
adfokasi-adfokasi di masyrakat dan kalau bisa kita sepakati bersama saya akan
kumpulkan teman-teman kampus mahasiswa dan bertemu dalam diskusi panjang untuk
persiapan gerakan menuarakan hilangnya solar di SPBU-SPBU dikota kendari, sopir
truk pun sepakat untuk itu dan dia berjanji akan membawa teman-teman supir truk
se kota kendari dalam rapat membahas gerakan nanti.
Sekit jam lima sore hari yang
sama, supir truk melnelpon saya dan teman-teman
dan menyampaikan kalau mereka sudah siap untuk bertemu dengan kami
sebgai mahasiswa yang dalam pandangan mereka masih percaya idealism tinggi
mahasiwa dalam menyarak aspirasi-aspirasi masyrakat kecil. Pak talib ini dalam
telpon menyampaikan kalau bisa kami dating di depan P2ID (pusat informasi
daerah sultra). Dalam hitungan menit kami pun sampai dan langsung kami disambut
dengan jabatan dan senyuman penderitaan supir truk. Dalam diskusi yang
berlangsung sekitar dua jam, kami sepakatt antara mahsiswa dan supir truk
sekota kendari melakukan gerakan pada hari senin tanggal 23 desember 2013. Dengan
rangkaian demontrasi damai :
1. Gerakan
dikendalikan oleh mahasiswa dalam kesempatan itu kami menamakan diri sebagai aliansi
mahasiswa pemerhati rakyat, atau
disingkat AMPERA, dengan masa terdiri dari persatuan sopir truk sekota kendari
yang disingkat PERSOT
2. Gerakan
akan dimuali pada pukul 07.00 wita, dan pusat kumpul gerakan di pelataran tugu
MTQ kendari dengan asumsi mobil terk yang akan ikut dalam geraka pada saat itu
sebanyak 200 truk.
3. Rute
yang akan menjadi sasaran dari pada gerakan adalah DEPOT kota kendari, DPRD
PROV. SULTRA DAN POLDA SULTRA.
Inilah rangkayan pertemuan saya dan
kawan-kawan mahasiswa dalam agenda advokasi masyrakat sipil yang tidak punya
apa-apa dan pengetahuan yang memadai untuk melawan dalam artian melawan
memperjuangakan nasib yang kian hari kian mulai di ambil oleh orang-orang yang
sebenarnya orang-orang ini adalah yang sudah diberikan kepercayaan, amanah
untuk menjalankan roda pemerintahan.
Catatan: aksi ini berjalan damai
dan masa sekitar 400 orang yang terdiri dari mahasiswa dan supir truk sekota
kendari, dan alhamdulilah dalam gerakan ini kami berhasil menyita mobil rakitan
yang sering digunakan moleh pelaku mafia solar, dan mobil tersebut kami
serahkan secara langsung kepada kapolda sultra. Dan pengkuan supir truk setelah
gerakan ini solar alhamdulilah sudah stabil kembali dibeberapa SPBU dikaota kendari.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar