Kamis, 27 Februari 2014

Antrian Solar Tidak Ada Lagi ?



Beberapa tahun belakangan ini kita warga kota kendari tiap hari kalau sedang melewati pengisian bahan bakar minyak (SPBU), pasti selalu mendapati mobil-mobil yang berbahan bakar utama solar mengantri untuk mendapatkan solar subsidi. Ya itulah fenomena yang didapatkan dari daerah yang tengah menghadapi pertumbuhan ekonomi dan dianugrahi dengan kondisi sumber daya alam yang melimpah. Meskupun sebagian orang membantah kalau penyaluran solar bersubsidi yang selama ini mengalami kelangkaan diakibatkan oleh bertambahnya sebagian besar kendaraan yang ada di daerah. Namun fenomena lapangan yang disaksikan bersama-sama setelah banyaknya tambang ditutup oleh pemiliknya maka seiring itu juga bahan bakar solar yang bersubsidi tidak mengalami kelangkaan.
Barangkali untuk saat ini kondisi SPBU sudah normal kembali pada seperti sedia kala, orang tidak lagi harus menghabiskan waktu di tempat SPBU untuk mendapatkan solar. Kondisi ini sekaligus membenarkan anggapan kalau selama ini ternya solar yang mengalami kelangkaan terjadi akibat bahan bakar solar subsidi ini di arahkan ke tambang-tambang yang tidak mengiunakan solar industry. Banyak oknuh yang bersembunyi dibalik kelangkaan solar, karnah keuntungan yang sangat besar tentunya didapat dari perdaganagn solar illegal.
Sejauh mana dampaknya terhadap ekonomi masyrakat dengan kelangkaan solar dimasyrakat? Saya sangat percaya kalau kelangkaan solar itu sangat merugikan masyrakat. Ada beberapa hal yang dapat yang bisa diakibatkan kelangkaan solar. Pertama kalau kelangkaan soalr terjadi maka orang akan banyak berspekulasi dalam hal menaikan harga solar dengan cara sepihak bagi yang mempunyai akses terhadap solar dalam kondisi yang sulit didapatkan. Namun ini akan berimbas terhadap masyraka yang bergantung terhadap solar dalam aktifitas ekonominya.  Semisal supir truk tambang golong C yang sangat terkena imbas dari kelangkaan solar tersebut. bagaimana tidak untuk mendapatkan solar saja untuk pemakyan satu hari harus mengatri selama setengah hari. Akibatnya omset berkurang sementara dalam kondisi yang bersamaan masyrakat diperhadpkan dengan biayah hidup yang sangat mahal setiap harinya.
Selamat menikmati berlimpahnya solar para kalian supir-supir truk kota kendari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Persyaratan Jadi Ganjalan Peremajaan Sawit Rakyat

Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menjadi salah satu program pemerintah Joko Widodo dalam upaya meningkatkan produktivitas perkebunan kelap...