Beberapa tahun belakangan ini
kita warga kota kendari tiap hari kalau sedang melewati pengisian bahan bakar
minyak (SPBU), pasti selalu mendapati mobil-mobil yang berbahan bakar utama solar
mengantri untuk mendapatkan solar subsidi. Ya itulah fenomena yang didapatkan
dari daerah yang tengah menghadapi pertumbuhan ekonomi dan dianugrahi dengan
kondisi sumber daya alam yang melimpah. Meskupun sebagian orang membantah kalau
penyaluran solar bersubsidi yang selama ini mengalami kelangkaan diakibatkan
oleh bertambahnya sebagian besar kendaraan yang ada di daerah. Namun fenomena
lapangan yang disaksikan bersama-sama setelah banyaknya tambang ditutup oleh
pemiliknya maka seiring itu juga bahan bakar solar yang bersubsidi tidak
mengalami kelangkaan.
Barangkali untuk saat ini kondisi
SPBU sudah normal kembali pada seperti sedia kala, orang tidak lagi harus
menghabiskan waktu di tempat SPBU untuk mendapatkan solar. Kondisi ini
sekaligus membenarkan anggapan kalau selama ini ternya solar yang mengalami
kelangkaan terjadi akibat bahan bakar solar subsidi ini di arahkan ke
tambang-tambang yang tidak mengiunakan solar industry. Banyak oknuh yang
bersembunyi dibalik kelangkaan solar, karnah keuntungan yang sangat besar
tentunya didapat dari perdaganagn solar illegal.
Sejauh mana dampaknya terhadap
ekonomi masyrakat dengan kelangkaan solar dimasyrakat? Saya sangat percaya
kalau kelangkaan solar itu sangat merugikan masyrakat. Ada beberapa hal yang
dapat yang bisa diakibatkan kelangkaan solar. Pertama kalau kelangkaan soalr
terjadi maka orang akan banyak berspekulasi dalam hal menaikan harga solar
dengan cara sepihak bagi yang mempunyai akses terhadap solar dalam kondisi yang
sulit didapatkan. Namun ini akan berimbas terhadap masyraka yang bergantung
terhadap solar dalam aktifitas ekonominya.
Semisal supir truk tambang golong C yang sangat terkena imbas dari
kelangkaan solar tersebut. bagaimana tidak untuk mendapatkan solar saja untuk
pemakyan satu hari harus mengatri selama setengah hari. Akibatnya omset
berkurang sementara dalam kondisi yang bersamaan masyrakat diperhadpkan dengan
biayah hidup yang sangat mahal setiap harinya.
Selamat menikmati berlimpahnya
solar para kalian supir-supir truk kota kendari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar